Tribun Kesehatan

Gaya Hidup Sehat Minim, Waspada Tiga Penyakit Tidak Menular Ini

Gaya hidup sehat yang minimal memicu sejumlah penyakit tidak menular (PTM). Berikut ini daftar PTM yang wajib diwaspadai.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Anita K Wardhani
zoom-in Gaya Hidup Sehat Minim, Waspada Tiga Penyakit Tidak Menular Ini
dok. Yuna & Co
Pasar perlengkapan olahraga di Indonesia punya prospek yang baik seiring meningkatnya kesadaran masyarakat pada gaya hidup sehat. Peluang tersebut kini digarap perusahaan activewear asal Korea, Yuna & Co lewat lini IETE.Gaya hidup sehat yang minimal memicu sejumlah penyakit tidak menular (PTM). Berikut ini daftar PTM yang wajib diwaspadai. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Kesadaran memiliki gaya hidup sehat relatif masih minim bagi masyarakat Indonesia.

Sejumlah penyakit tidak menular (PTM) yang dahulu identik dengan usia tua kini juga mulai banyak diderita usia muda.

Rendahnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup yang sehat tecermin dari hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018.

Baca juga: Cara Cegah Penyakit Tidak Menular Jadi Pandemi, Dekatkan Layanan Kesehatan untuk Masyarakat

Beberapa indikasi menunjukkan bahwa 95,5 persen masyarakat Indonesia kurang mengonsumsi sayur dan buah, hingga 33,5 persen masyarakat kurang melakukan aktivitas fisik atau berolahraga.

Hal ini kia diperparah dengan pola konsumsi masyarakat yang tidak sehat atau dilakukan secara berlebihan.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 28,7 persen masyarakat Indonesia mengonsumsi gula, garam, dan lemak melebihi batas yang dianjurkan.

Berikut sejumlah PTM yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia:

1. Hipertensi

Hipertensi atau yang akrab disebut silent killer pada usia diatas 18 tahun menurut data Kemenkes meningkat dari 25,8 persen pada 2013 menjadi 34,1 persen di tahun 2018.

Baca juga: Bahaya Makanan Tinggi Natrium, Sebabkan Hipertensi hingga Penyakit Jantung, Ini Daftarnya

Diprediksi penderita hipertensi di Indonesia mencapai lebih dari 63 juta jiwa, atau sekitar 23 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

Ilustrasi hipertensi atau tekanan darah tinggi
Ilustrasi hipertensi atau tekanan darah tinggi (Tribun Medan)

Faktor risiko hipertensi utamanya disebabkan oleh faktor-faktor yang tidak dapat dimodifikasi seperti genetik riwayat keluarga, dimana orang yang memiliki orang tua penderita hipertensi memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan sebaliknya.

Kemudian juga usia, dan jenis kelamin, dimana lelaki memiliki risiko yang lebih tinggi sebanyak 2,3 kali. Sementara perempuan yang telah memasuki fase menopause atau berusia lebih dari 65 tahun juga lebih riskan terkena hipertensi.

2. Diabetes Melitus
Berbeda dengan hipertensi, risiko diabetes utamanya disebabkan faktor gaya hidup yang tidak sehat, terlebih akibat konsumsi kadar gula yang berlebihan. Menurut data Riskesdas, pada tahun 2018 Prevalensi diabetes melitus tercatat meningkat menjadi 8,5 persen dari 6,5% pada 2013 yang dihitung berdasarkan pemeriksaan darah usia 15 tahun ke atas.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas