Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Pertolongan Pertama Saat Mengalami Keracunan Makanan

Kalau dicurigai keracunan makanan, maka ada beberapa langkah yang bisa dilakukan sebelum menunggu bantuan medis. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Pertolongan Pertama Saat Mengalami Keracunan Makanan
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebagian orang terkadang menyamakan antara alergi dengan keracunan makanan. 

Padahal, kata Duta Gizi Indonesia, Reisa Broto Asmoro, antara alergi dengan keracunan makanan sangatlah berbeda. 

Keracunan makanan bisa saja terjadi ketika mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. 

Sementara, alergi adalah reaksi yang terjadi secara signfikan terhadap makan tertentu.

Dan yang merespons berasal dari kekebalan tubhu masing-masing.

Keracunan makanan sendiri biasanya terjadi karena kontaminasi zat kimia.

Rekomendasi Untuk Anda

Bisa juga karena kontaminasi bakteri dan kuman berbahaya yang bisa menyebabkan munculnya gangguan kesehatan. 

"Kalau muncul gejala kalau keracunan biasanya reaksi cepat. Bisa beberapa jam, sampai 48 jam pertama setelah mengonsumsi makan terkontaminasi," paparnya lagi. 

Baca juga: Tips Mengolah Daging Sapi agar Aman Dikonsumsi dan Mengurangi Risiko Keracunan Makanan

Gejala paling umum mual, muntah, diare, dan kram perut.

Respons berlebihan bisa juga muncul dimulai dari nyeri badan, sakit kepala, dan sebagainya. 

Di sisi lain, kata dr Santi, biasanya keracunan makanan paling banyak ditemukan di bawah usia 5 tahun dan menjadi salah satu kelompok rentan.

Kalau dicurigai keracunan, maka ada beberapa langkah yang bisa dilakukan sebelum menunggu bantuan medis. 

Biasanya diberikan minum yang banyak. Saat keracunan kerap mengalami muntah sehingga perlu terhidrasi dengan baik. 

"Disuapin air setiap 15 menit supaya anak itu tidak dehidrasi. Kalau memang sudah hebat, langsung datang ke UGD untuk mendapatkan penanganan," kata dr Reisa lagi. 

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas