Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun Kesehatan

Obesitas Intai Anak yang Tak Bisa Diam saat Makan, Ini Trik agar si Kecil Bisa Fokus Nikmati Makanan

Tanpa disadari, gaya makan yang tidak fokus mengundang berbagai masalah kesehatan seperti obesitas.

Penulis: Anita K Wardhani
Editor: Theresia Felisiani
zoom-in Obesitas Intai Anak yang Tak Bisa Diam saat Makan, Ini Trik agar si Kecil Bisa Fokus Nikmati Makanan
ist
Saat makan, ada beberapa anak yang cenderung sulit duduk diam di meja makan. Ini trik yang bisa bunda ikuti agar si kecil fokus makan. Karena jika dibiarkan bahaya seperti ancaman obsesitas bisa datang. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Saat makan, ada beberapa anak yang cenderung sulit duduk diam di meja makan.

Setelah menyuap makanan, anak lantas jalan ke sana ke mari.

Hal ini membuat kegiatan makan tidak fokus. Tanpa disadari, gaya makan yang tidak fokus mengundang berbagai masalah kesehatan seperti obesitas.

Ahli nutrisi di Harvard T.H. Chan School of Public Health, Dr Lilian Cheung menyebutkan bila gaya makan seperti ini membuat kita tidak menyadari apa saja yang masuk ke tubuh sehingga makan tidak terkendali.

Saat ini beredar banyak istilah “Mindful Eating”. Mindful eating adalah seni menikmati makanan di mana fokus pada apa yang disantapnya.

Seni ini bisa menjadi salah satu cara bagi para Ibu untuk diterapkan pada kegiatan makan anak. Ketika anak sudah menerapkan mindful eating sejak dini, artinya dia sudah menghargai makanan dan tubuhnya secara keseluruhan.

Mengapa mindful eating penting, karena sebagian besar orang tidak terbiasa fokus pada kegiatan makan.

Berita Rekomendasi

Survei Departemen Agrikultur Amerika Serikat menemukan bahwa orang bisa menghabiskan waktu dua setengah jam untuk makan.

Separuh dari waktu tersebut dihabiskan untuk melakukan aktivitas lain.

Mulai dari fokus dengan layar ponsel, menonton TV, membaca, dan lain-lain.

Baca juga: Awas, 3 Kebiasaan Ini Picu Obesitas, Rentan Kolesterol Tinggi dan Sakit Jantung

Ketika anak fokus dengan apa yang dimakan, maka secara langsung dia akan membangun hubungan emosional dengan makanan.

Artinya dia akan mudah membedakan mana rasa lapar dan rasa kenyang.

Selanjutnya akan menumbuhkan pemahaman pentingnya makan dan waktu yang tepat untuk makan.

Bahkan, mindful eating juga bertujuan meredakan stres dan kecemasan.

Lebih jauh, anak yang telah menerapkan mindful eating akan belajar mengelola keinginan untuk ngemil karena sudah paham jenis makanan yang bernutrisi.

Tentu saja, mengenalkan mindful eating pada anak tergantung pada usia.

Bila masih balita atau anak usia sekolah SD maka para Ibu harus selalu mendampingi.

Kemudian terkadang para Ibu mulai membantu mengatur lauk pauk dan nasi di piring sedemikian rupa agar menarik.

Cara Terapkan Mindful Eating pada Anak

Untuk mempraktikkan mindful eating, tentunya pendampingan para Ibu menjadi penting saat kegiatan makan.

Dilansir dari Dr. Lillian Cheung, berikut beberapa langkah yang dapat para Ibu lakukan agar anak mulai belajar mindful eating:

1. Biasakan bicarakan tentang makanan yang tersaji
Ketika selesai makan, ajaklah buah hati berbicara tentang makanan yang dihabiskan.

Mulai dari rasa, tekstur, warna, sampai aroma. Kebiasaan ini akan membuat anak belajar menikmati makanan dengan detail sehingga mencegahnya terdistraksi dengan kegiatan lain.

2. Tata makanan semenarik mungkin
Memasak memang seni, termasuk juga menyajikan makanan di atas piring.

Cobalah para Ibu untuk berkreasi menyajikan makanan semenarik mungkin sehingga menarik perhatian buah hati.

Secara tak sadar, dia akan banyak bertanya tentang makanan yang dihidangkan di depannya.

3. Mengunyah secara perlahan
Hal yang tak kalah penting yang perlu diajarkan adalah proses mengunyah. Ajari anak mengunyah dengan perlahan.

Biarkan makanan diproses di mulut dan menilai kenikmatan makanan secara menyeluruh.

“Kegiatan mindful eating ini tentunya menjadi sarana bagi Ibu dalam memberikan edukasi tentang makanan yang dikonsumsi anak," .” kata Anastasia A. Marketing Communication Manager UNIFAM.

Baca juga: Obesitas Tingkatkan Seseorang Alami Diabetes, Berikut Penjelasan Dokter

Dicontohkannya, ketika menikmati camilan seperti permen lollipop, Ibu bisa mulai menceritakan kandungan yang terdapat dalam sebuah permen susu, manfaat asupan camilan hingga cerdas memilih camilan yang higienis dan aman.

Kegiatan seperti ini selain memberikan pemahaman mengenai makanan, juga dapat menjadi momen Ibu dan Anak untuk berkomunikasi secara  interaktif dan nyaman bagi keduanya.

"Hal ini sejalan dengan kampanye kami #mykidsmyfriends, yang memberikan ruang lebih bagi hubungan Ibu dan Anak sebagai teman berbagi cerita yang nyaman

Untuk menemani kebutuhan mindful eating, PT United Family Food (UNIFAM) menghadirkan permen susu Milkita berkualitas tinggi, higienis dan aman dibuat dengan susu asli dari New Zealand.

Permen Milkita yang berbahan dasar susu ini memiliki berbagai macam rasa yang disukai anak-anak dan juga mengandung kalsium, sehingga baik dikonsumsi untuk seluruh anggota keluarga. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
asd
Video Player is loading.
Current Time 0:00
Duration 0:00
Loaded: 0%
Stream Type LIVE
Remaining Time 0:00
Â
1x
    • Chapters
    • descriptions off, selected
    • subtitles off, selected
      © 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
      Atas