Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Kemajuan Pengobatan Sangat Cepat Jadi Harapan Baru Bagi Pasien Kanker Kolorektal

Di Indonesia kanker kolorektal menduduki kasus tertinggi kedua pada pria setelah kanker paru

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Erik S
zoom-in Kemajuan Pengobatan Sangat Cepat Jadi Harapan Baru Bagi Pasien Kanker Kolorektal
Bet_Noire
Ilustrasi kanker - Kanker kolorektal merupakan penyakit kanker yang patut diwaspadai oleh semua orang. Data dari Globocan 2020 memperkirakan ada 9.503.710 kasus kanker baru dan 5.809.431 kematian akibat kanker di Asia 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eklo Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kanker kolorektal merupakan penyakit kanker yang patut diwaspadai oleh semua orang.

Data dari Globocan 2020 memperkirakan ada 9.503.710 kasus kanker baru dan 5.809.431 kematian akibat kanker di Asia.

Baca juga: Bedaknya Dinilai Picu Kanker, Ini Alasan Johnson & Johnson Tawarkan 8,9 Miliar Dolar AS

Di Indonesia kanker kolorektal menduduki kasus tertinggi kedua pada pria setelah kanker paru dengan jumlah kasus baru pada kanker kolorektal mencapai 34.189 (8.6 persen).

Kanker kolorektal, selain mengancam jiwa, juga memberikan tantangan bagi penyintas, seperti ketidaknyamanan, stress dan sebagainya.

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia Pusat, Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo mengatakan, kanker kolorektal adalah penyakit di mana sel-sel di usus besar atau rektum tumbuh di luar kendali.

Gejalanya adalah diare, sembelit, buang air besar terasa tidak tuntas, berat badan turun tanpa sebab yang jelas, pendarahan pada rektum (bagian ujung usus besar), buang air besar berdarah, mual, muntah, perut terasa nyeri, kram, atau kembung serta tubuh mudah lelah.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kanker kolorektal termasuk jenis kanker dengan kemajuan pengobatan paling pesat, dari operasi hingga imunoterapi," kata dr Aru saat webinar dengan tema “Kenali, Pahami dan Berteman dengan Kanker Kolorektal di Jakarta, Rabu (12/4/2023).

Baca juga: Kanker Gerogoti Tubuhnya, Gitaris ABBA Meninggal Dunia pada Usia 70 Tahun

Webinar yang diadakan YKI dan MSD Indonesia ini mengupas tentang kanker kolorektal, serta memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang tantangan yang dihadapai seorang penyintas kanker kolorektal dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk dukungan lingkungan dan masyarakat kepada para pasien, penyintas, dokter, keluarga, serta perawat pasien.

Dikatakannya, saat ini pengobatan kanker kolorektal yang tersedia di Indonesia sudah beragam, yaitu pengobatan kemoterapi konvensional, terapi target dan yang terbaru adalah imunoterapi.

Berbagai opsi pengobatan ini memberikan harapan baru bagi pasien kanker kolorektal.

Salah satu pengobatan terbaru yaitu imunoterapi, adalah jenis pengobatan kanker inovatif yang memanfaatkan  kekebalan tubuh untuk menyerang sel kanker, sehingga dapat memberikan kualitas hidup yang lebih baik serta meningkatkan harapan hidup pasien.

“Setiap pasien kanker kolorektal akan mendapatkan pengobatan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing pasien sehingga hasil yang didapatkan optimal,” kata Aru.

Baca juga: Ayah Asmirandah Meninggal Dunia, Sebelumnya Derita Kanker Usus hingga Tak Bisa Jalan

Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik, dr Siti Annisa Nuhonni SpKFR (K) mengatakan didiagnosa kanker adalah sebuah kejadian yang tidak dapat digambarkan sehingga berdampak pada penderita kanker dan orang yang mereka cintai.

"Memiliki kanker mempengaruhi fisik, keadaan sosial, emosional dan spiritual kehidupan sehingga disebut efek psikososial kanker. Untuk penanganan diperlukan intervensi atau pendekatan paliatif untuk membantu pasien kanker secara menyeluruh dan dipersonalisasi sesuai dengan kebutuhannya (end-to-end support)," katanya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas