Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Pajanan Rokok Pada Ibu Hamil Bisa Berdampak Pada Bayi 

Pajanan atau paparan rokok pada ibu hamil bisa berdampak pada bayi. Hal ini diungkapkan wwakil Perhimpunan Dokter Paru Indonesia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Pajanan Rokok Pada Ibu Hamil Bisa Berdampak Pada Bayi 
mini ielts.com
Pajanan atau paparan rokok pada ibu hamil bisa berdampak pada bayi. Hal ini diungkapkan wwakil Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Pajanan atau paparan rokok pada ibu hamil bisa berdampak pada bayi.  

Hal ini diungkapkan oleh perwakilan dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Dr. Feni Fitriani Taufik.

Baca juga: Kemenkes: Paparan Asap Rokok Orang Tua Potensi Buat Anak Stunting

Ia pun menjelaskan di RS Persahabatan pernah ada penelitian pada bayi

Ada tiga kelompok bayi yang dilahirkan yakni dari ibu yang tidak merokok, ibu yang jadi perokok pasif, dan ibu perokok aktif.

Hasilnya didapatkan bahwa pada plasenta bayi dengan ibu perokok aktif dan pasif itu sama-sama ditemukan nikotin.

Kemudian dari waktu lahir pun panjang badan dan berat badan bayi jauh lebih kecil dan lebih pendek dibandingkan dengan bayi yang lahir dari ibu yang tidak merokok.

Rekomendasi Untuk Anda

“Jadi, pajanan (paparan) rokok berpengaruh bukan saja setelah lahir, tapi di dalam kehamilan pun itu sudah sangat berpengaruh kepada bayi,” ungkap dr. Feni pada keterangannya, Kamis (8/6/2023). 

Ia melanjutkan, ada istilah secondhand smoke dan thirdhand smoke. 

Secondhand smoke adalah asap rokok yang dilepaskan oleh perokok kemudian dihirup oleh orang-orang di sekitarnya.

Sementara thirdhand smoke adalah sisa bahan kimia dari asap rokok. 

Umumnya tidak terlihat tapi berbahaya, bukan hanya asap tapi residu dari orang yang merokok yang menempel terutama di dalam rumah seperti gorden, karpet, dan sofa.

“Itu mengandung kimia berbahaya jika terhirup oleh orang-orang yang ada di rumah seperti anak-anak Balita,” tutur dr. Feni.

“Kalau berbicara stunting, secondhand smoke dan thirdhand smoke menyebabkan beban ekonomi keluarga akan berlipat. Sebab perkembangan anak terganggu,” pungkasnya. 

Lebih lanjut, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Maxi Rein Rondonuwu mengungkapkan konsumsi rokok dan hasil tembakau mempunyai dampak terhadap sosial ekonomi dan Kesehatan. 

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas