Sejarah Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia yang Diperingati pada 10 September
Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia atau World Suicide Prevention Day jatuh pada Minggu (10/9/2023), berikut sejarah dan tema peringatannya
Penulis:
Lanny Latifah
Editor:
Sri Juliati
Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia pertama berhasil diluncurkan di Stockholm, Swedia pada 10 September 2003.
Peringatan tersebut dibuat sebagai cara untuk memusatkan perhatian pada masalah di seluruh dunia dan menegaskan pesan bahwa "Bunuh diri dapat dicegah".
IASP, bekerja sama dengan lembaga antar pemerintah, LSM, asosiasi internasional dan nasional, dokter, peneliti dan relawan menggunakan WSPD sebagai instrumen untuk meningkatkan kesadaran tentang bunuh diri dan pencegahannya.
Dalam siaran persnya pada 10 September 2003, Presiden IASP saat itu, Profesor De Leo mengatakan:
"Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia bertujuan untuk memasukkan isu ini ke dalam agenda global dan regional, namun juga berupaya untuk menunjukkan bahwa tindakan harus diambil secara lokal dan tindakan ini dimulai dari Anda dan saya."
"Hari ini menggarisbawahi tanggung jawab kita semua untuk membantu menyelamatkan nyawa yang mungkin dipertaruhkan."
Pada 2004, WHO kembali setuju untuk ikut mensponsori hari tersebut dan Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia menjadi acara tahunan.
Kontak bantuan
Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.
Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup.
Anda tidak sendiri. Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.
Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak situs web Into the Light Indonesia di bawah ini:
https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/
Atau bisa juga menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri (021 9696 9293) atau melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com.
(Tribunnews.com/Latifah)