Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Amankah Penggunaan Pil Biru untuk Atasi Disfungsi Ereksi? Begini Kata Dokter

Demi atasi gangguan ereksi, beberapa orang berani mencoba mengonsumsi obat kuat atau pil biru.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Amankah Penggunaan Pil Biru untuk Atasi Disfungsi Ereksi? Begini Kata Dokter
Shutterstock
Ilustrasi. Demi atasi gangguan ereksi, beberapa orang berani mencoba mengonsumsi obat kuat atau pil biru. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Demi atasi gangguan ereksi, beberapa orang berani mencoba mengonsumsi obat kuat atau pil biru.

Lantas aman kah mengonsumsi pil biru atau obat kuat ini?

Baca juga: Pembesaran Prostat Dapat Sebabkan Terjadinya Gangguan Ereksi, Begini Penjelasan dr Binsar Martin

Terkait hal ini, dokter spesialis urologi konsultan Widi Atmoko ungkap jika masyarakat perlu berhati-hati.

Karena obat yang kerap dijumpai di mana-mana ini belum tentu asli alias palsu.

"Mungkin bisa dibilang pil biru sudah di mana-mana ada. Di pinggir jalan ada, obat kuat, tapi kita pernah melakukan penelitian. Jadi banyak sekali obat-obat ini dalam tanda kutip palsu," ungkapnya pada awak media di Jakarta, Minggu (24/9/2023).

Menurutnya pil biru atau obat kuat yang tidak dijual di apotik resmi kerap kali tidak asli.

Rekomendasi Untuk Anda

"Sudah obat mahal, tidak ada efek, nanti sayang," katanya lagi.

Namun, kata dr Widi pada orang dewasa muda penggunaan pil biru terbilang aman atau tidak boleh saja.

Beberapa obat pun dijadikan sebagai bagian dari terapi.

Baca juga: Ciri-ciri dan Gejala Pria Terkena HIV: Mulai Sering Sakit Flu, Sesak Napas hingga Disfungsi Ereksi

Ia pun mencontohkan kasus pasien disfungsi ereksi yang berusia 30 tahun dengan riwayat obesitas dan perokok berat.

"Kita koreksi msalah faktor risiko kalau ada obesitas, sakit gula, kolestrol, hipertensi. Lalu kita obati berbarengan dengan tim lain, dokter penyakit dalam. Tapi dari kita urollogi juga memberikan pil biru," jelas dr Widi.

Hanya saja, harus dengan catatan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter.

Apa lagi obat-obat kuat punya jenis dan efek yang berbeda.

"Ada yang kerjanya itu hanya 4-6 jam. Ada juga yang kerjanya bahkan sampai 36 jam obatnya. Dan itu tergantung si pria dan pasangan ini memiliki kebiasaan berhubungan aktivitas sosial," jelas dr Widi.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas