Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Sepanjang 2024, Kemenkes Catat 290 Kematian dan 35 Ribu Kasus DBD

Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) mencatat sepanjang 2024 ini, angka kasus kematian karena Demam Berdarah Dengue (DBD) sebanyak 290 kasus.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Sepanjang 2024, Kemenkes Catat 290 Kematian dan 35 Ribu Kasus DBD
Capture Youtube
Ilustrasi perawatan pasien DBD di Grobogan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA -  Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) mencatat sepanjang 2024 ini, angka kasus kematian karena Demam Berdarah Dengue (DBD) sebanyak 290 kasus.

Kemudian dalam data yang sama, jumlah kasus DBD hingga minggu ke-11 sebanyak 35.556 kasus.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Ditjen P2P, Kementerian Kesehatan RI, dr. Imran Pambudi, MPHM, menyatakan, sebaran kasusnya berada di 350 kabupaten/kota di 24 provinsi. 

Sementara kematian karena DBD tersebar terjadi di 92 kabupaten/kota.

"Sampai dengan minggu ke-11 tahun 2024, terdapat 35.556 kasus DBD di Indonesia dengan 290 kematian," kata dr Imran dalam kegiatan temu media bersama Takeda di Jakarta, Kamis (21/3/2024). 

Baca juga: Ada 8 Pasien DBD Dirawat di RSUD Tamansari Sari, Mayoritas Anak-anak

Ia menyebut jumlah kasus DBD tertinggi terjadi pada Januari 2024 sebanyak 21.600 kasus. 

Rekomendasi Untuk Anda

Dan jumlah kematian juga terjadi pada Januari sebanyak 154 kasus.

"Kasus terbanyak ada di Jawa Barat dan yang meninggal juga di Jawa Barat, ada 94 kasus kematian," ungkapnya.

Salah satu yang disorot Kemenkes terkait angka kasus DBD di tahun ini adalah cuaca panas yang terjadi sela-sela musim hujan.

Menurut dia kondisi ini menyebabkan kasus DBD naik.

"Akhir-akhir ini hujan deras, kemudian tiga hari ini panas. Ini yang menyebabkan genangan akibat hujan itu berpotensi menimbulkan banyak sarang nyamuk untuk berkembang biak," ungkap Imran.

Genangan air inilah yang menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk Aedes Aegypti yng jika panas maka genangan itu semakin kotor dan tidak terbilas air baru.

“Sebetulnya dari sisi epidemiologi, lebih aman kalau hujan terus ada karena airnya akan terganti. Kalau sekarang hujannya berbahaya terkait dengue,” imbuhnya.

Ditambahkan Kasie Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Tamansari Jakarta dr. Ngabila Salama, MKM, puncak kasus DBD akan terjadi pada April 2024 ini.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas