Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Gejala dan Faktor Risiko Kanker Saluran Pencernaan

Gejala kanker GI atau saluran pencernaan dapat berbeda satu dengan yang lainnya, tergantung dari jenis kanker dan letak keberadaannya.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Gejala dan Faktor Risiko Kanker Saluran Pencernaan
Bet_Noire
Ilustrasi kanker 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Penting bagi setiap individu, terutama mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker saluran pencernaan atau kanker gastrointestinal (GI) untuk melakukan skrining secara teratur. 

Skrining kesehatan adalah langkah proaktif untuk deteksi dini, yang dapat meningkatkan peluang penyembuhan dan mengurangi risiko komplikasi. 

Dengan tingginya angka kejadian dan dampaknya terhadap kualitas hidup, ada baiknya mengetahui lebih lanjut tentang kanker gastrointestinal.

Dokter spesialis penyakit dalam dr. Randy Adiwinata, Sp.PD, memaparkan bahwa kanker gastrointestinal (GI) merujuk pada sekelompok penyakit yang memengaruhi sistem pencernaan, mulai dari mulut hingga anus. 

Baca juga: Fakta Seputar Kanker Paru dan Jenis-jenis Pengobatannya

Jenis kanker ini meliputi kanker kerongkongan (esofagus), lambung, usus halus, kolon (usus besar), hati, dan pankreas. 

Masing-masing memiliki karakteristik gejala yang berbeda tergantung pada lokasi dan stadiumnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Kanker esofagus, misalnya, sering kali menunjukkan gejala seperti kesulitan menelan, sementara kanker usus besar dapat menyebabkan perubahan dalam pola buang air besar, buang air besar berdarah, diare berkepanjangan atau nyeri perut terus menerus.

“Gejala kanker GI dapat berbeda satu dengan yang lainnya, tergantung dari jenis kanker dan letak keberadaannya. Karena sifatnya beragam dan dengan keluhan yang berbeda-beda juga, kanker GI sering kali dianggap remeh oleh masyarakat awam karena tidak ada gejala yang khas,” ujar dr. Randy dalam keteranganya yang ditulis Kamis (8/8/2024).

Misalkan kanker lambung dan kanker pankreas sering kali menunjukkan gejala seperti nyeri ulu hati berulang, mual, muntah, perut kembung, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, dan rasa cepat kenyang setelah makan atau begah, sehingga masyarakat menganggapnya hanya sebagai sakit maag biasa. 

Di sisi lain, kanker usus besar dapat menunjukkan gejala seperti buang besar berdarah yang sering kali dianggap hanya sebagai wasir saja.

Setiap jenis kanker ini memerlukan pendekatan perawatan yang berbeda, tergantung pada faktor seperti stadium kanker, kondisi kesehatan umum pasien, dan respons terhadap terapi yang diberikan. 

Perawatan untuk kanker GI dapat mencakup kombinasi dari bedah, kemoterapi, radioterapi, serta terapi target yang ditujukan untuk mengurangi atau menghilangkan sel kanker

Pasien perlu untuk berkonsultasi ke dokter spesialis untuk mendapatkan perawatan dan penanganan secara komprehensif.

Ada beberapa faktor risiko yang memengaruhi kemungkinan seseorang terkena kanker gastrointestinal seperti gaya hidup seperti merokok, konsumsi alkohol berlebihan, diet tinggi lemak dan rendah serat, serta kurangnya aktivitas fisik. 

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas