Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Wabah dan Penyakit Baru Semakin Sering Ditemukan? Pakar Jelaskan Alasannya

Wabah dan penyakit baru tiada henti-hentinya bermunculan. Misalnya, setelah pandemi Covid-19 selesai, muncul wabah Mpox yang mulai meluas.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Wabah dan Penyakit Baru Semakin Sering Ditemukan? Pakar Jelaskan Alasannya
Freepik
Ilustrasi virus corona 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wabah dan penyakit baru tiada henti-hentinya bermunculan. Misalnya, setelah pandemi Covid-19 selesai, muncul wabah Mpox yang mulai meluas. 

Belum selesai keberadaan Mpox, saat ini muncul pula penyakit baru dari China yang bisa ditularkan melalui gigitan kutu yaitu virus Wetland. 

Baca juga: Wabah Mpox di Kongo Makin Parah, Pasien Membeludak, RS Kekurangan Obat dan Ruang Perawatan

Penyakit ini disebut-sebut bisa menyerang otak manusia. 

Situasi ini tentu menjadi tanda tanya untuk kita semua. Kenapa wabah dan penyakit baru terus bermunculan?

Terkait hal ini, Pakar epidemiologi Dicky Budiman ungkap ada beberapa alasan mengapa munculnya penyakit dan wabah baru semakin sering terjadi. 

1. Perubahan ekologi dan lingkungan

Rekomendasi Untuk Anda

"Deforestasi, urbanisasi, dan perubahan iklim memaksa satwa liar, termasuk hewan yang membawa virus zoonosis, lebih sering berinteraksi dengan manusia," ungkap Dicky pada Tribunnews, Selasa (10/9/2024). 

Kutu dan hewan reservoir penyakit seperti tikus dan hewan ternak pun menjadi lebih sering berhubungan dengan populasi manusia. 

Situasi inilah yang meningkatkan kemungkinan penularan virus.

2. Globalisasi

Mobilitas manusia dan barang yang semakin tinggi menyebabkan penyebaran penyakit menjadi lebih cepat dan sulit dikendalikan. 

Orang yang terinfeksi atau hewan yang membawa kutu dapat menyebarkan virus ke wilayah yang sebelumnya bebas dari penyakit tersebut.

3. Penurunan keanekaragaman hayati

Berkurangnya keanekaragaman hayati menyebabkan beberapa spesies. Termasuk hewan yang menjadi inang virus, mendominasi ekosistem tertentu. 

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas