Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Gejala Hampir Mirip dengan Sakit Maag, Ini yang Dilakukan Saat Alami Serangan Jantung

Nyeri dada merupakan salah satu gejala yang kerap terjadi saat seseorang mengalami kondisi medis tertentu seperti penyakit asam lambung

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Gejala Hampir Mirip dengan Sakit Maag, Ini yang Dilakukan Saat Alami Serangan Jantung
Shutterstock
Ilustrasi serangan jantung. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Sakit maag dengan serangan jantung memiliki kesamaan gejala. 

Bahkan, tidak sedikit masyarakat yang keliru dan menganggap serangan jantung sebagai sakit maag biasa. 

Salah satu gejala yang kerap muncul dari keduanya adalah nyeri dada. 

Baca juga: Peringatan Bagi Pencinta Kopi, Takaran Kafein Lebih dari Ini Bisa Memicu Serangan Jantung

Nyeri dada merupakan salah satu gejala yang kerap terjadi saat seseorang mengalami kondisi medis tertentu seperti penyakit asam lambung (GERD) ataupun penyakit jantung. 

Namun jangan keliru, Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Eka Hospital Cibubur Dr. Zakky Hazami, SpJP ungkap cara membedakan nyeri dada karena maag dengan serangan  jantung. 

"(Serangan jantung), gejala khas nyeri dada kiri, tembus ke belakang. Disertai mual, muntah keringat dingin dan terjadi secara tiba-tiba," ungkapnya pada media briefing di Jakarta, Rabu (26/9/2024). 

Rekomendasi Untuk Anda

Rasa nyeri di dada bisa muncul saat duduk, berdiri bahkan berbaring 

Berbeda dengan sakit maag, biasanya nyeri dada muncul karena ada pemicunya. 

Misalnya, bisa karena salah makan, seperti mengonsumsi makanan pedas atau terlalu asam.

Kemudian rasa sakit bisa dipengaruhi oleh posisi tidur. 

Baca juga: Faisal Basri Kena Serangan Jantung Dua Hari Lalu, Sempat Dirawat di Rumah Sakit Mayapada

"Saat tidur (berbaring), asam lambung naik. Tiduran tidak enak. Berdiri atau duduk makin enak. Pada jantung tidak berpengaruh. Tidur, duduk, serba salah," imbuhnya. 

Jika sudah muncul tanda serangan jantung, dr Zakky menganjurkan agar orang tersebut langsung melakukan Elektrokardiografi (EKG) di fasilitas kesehatan.

EKG merupakan pemeriksaan medis yang digunakan untuk mendeteksi dan mencatat aktivitas listrik jantung.

Ia mengimbau pada masyarakat untuk tidak meremehkan tanda serangan jantung.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas