Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Harus Tahu, Pola Makan seperti Ini Bisa Munculkan Risiko Penyakit Kanker Payudara

Risiko kanker payudara sendiri sering kali dikaitkan dengan makanan tertentu.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Harus Tahu, Pola Makan seperti Ini Bisa Munculkan Risiko Penyakit Kanker Payudara
Health Plus Article
Ilustrasi. 

Konsumsi buah 100 gram atau lebih per hari dapat menurunkan risiko kanker payudara

"Kedua adalah sayur dalam bentuk utuh atau bukan dalam bentuk sayur yang diblender, juga dapat menurunkan risiko kanker payudara,” tutur dr. Dedy.

Buah dan sayur utuh menjadi kata kunci. Apabila diblender atau dijadikan jus, maka kandungan serat buah dan sayur akan berkurang akibat sentuhan dari pisau blender. 

Selain itu, proses blender memungkinkan terjadinya kerusakan zat-zat nutrisi lain dalam buah maupun sayur. 

Sedangkan jika buah dan sayur dikonsumsi utuh dengan dikunyah, maka proses pencernaan menjadi lebih panjang dan bentuk serat tidak rusak. 

Serat sendiri memiliki fungsi yang sangat penting, yakni menghambat penyerapan gula dan lemak-lemak yang tidak sehat..

Tak hanya itu,  serat juga dapat menjadi makanan untuk bakteri sehat di usus manusia. Peran ini sangat penting. 

Rekomendasi Untuk Anda

Karena bakteri yang baik di usus merupakan pertahanan tubuh, termasuk untuk menurunkan risiko kanker kolorektal. 

Jenis makanan ketiga, yang mengejutkan, adalah konsumsi kedelai. 

Kedelai selama ini menjadi konsen, khususnya bagi pengidap kanker karena adanya kandungan isoflavon yang mirip dengan estrogen. 

"Ternyata, dalam penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi kedelai dan produknya dapat menurunkan risiko kanker payudara, namun tidak disebutkan berapa jumlahnya,” ungkap dr. Dedy.

Dokter Dedy menambahkan, pemberian nutrisi pada pasien kanker dibagi menjadi dua tahapan, yaitu pemberian nutrisi saat pasien menjalani terapi dan saat kondisinya sudah stabil. 

Apa bila pasien sedang menjalani terapi, biasanya terjadi gangguan asupan makan, karena efek samping dari pengobatan maupun efek kanker sendiri. 

Maka diharapkan, pemenuhan nutrisi sudah dimulai sebelum pasien menjalani terapi, supaya kondisi tubuh ideal telah dipersiapkan. 

Namun, jika pejuang kanker mengalami kesulitan makan, jangan banyak memberikan larangan makan atau menakut-nakuti konsumsi makanan tertentu.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas