Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Tiga Alasan Mengapa Liburan Berisiko Buruk Bagi Kesehatan Jantung

Namun, perlu diwaspadai. Beberapa makanan dan pola hidup selama liburan berpotensi meningkatkan risiko buruk bagi jantung. 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Tiga Alasan Mengapa Liburan Berisiko Buruk Bagi Kesehatan Jantung
Foto oleh VisionPic .net dari Pexels
Ilustrasi Liburan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selama liburan, banyak yang melewatkan hari dengan berjalan-jalan dan makan-makanan enak. 

Namun, perlu diwaspadai. Beberapa makanan dan pola hidup selama liburan berpotensi meningkatkan risiko buruk bagi jantung

Di antaranya seperti konsumsi alkohol, stres yang meningkat dan rutinitas yang terganggu.

Di bawah ini, dokter pun berbagi risiko bahaya kardiovaskular yang diabaikan dari musim liburan bersama dengan cara untuk menikmati waktu ini dengan aman.

1. Minum terlalu banyak alkohol dapat menyebabkan ‘sindrom jantung liburan’.

"Hidiran jantung liburan mengacu pada gangguan irama jantung, aritmia," kata Dr. Ahmed Tawakol, co-director dari Cardiovascular Imaging Research Center di Massachusetts General Hospital, dilansir dari Science Alert, Senin (1/1/2024).

Rekomendasi Untuk Anda

Ini menyebabkan irama jantung yang tidak teratur (juga dikenal sebagai fibrilasi atrium). Kadang-kadang ini bisa terjadi pada orang sehat setelah minum berlebihan atau pesta.

Baca juga:  Anak Tertangkap Basah Tonton Konten Dewasa, Ini Hal yang Perlu Dilakukan Orang Tua

Beberapa orang yang mengalami sindrom jantung liburan melaporkan detak jantung yang cepat atau tidak teratur sementara yang lain merasakan kecemasan.

“Dan beberapa orang dapat menyebabkan sesak napas atau nyeri dada, pusing – tentu bisa menyebabkan kelelahan.”

Sementara, sindrom jantung liburan dapat terjadi pada siapa saja, dan sering terjadi pada orang sehat.

"(Namun) mereka yang “sudah cenderung terkena penyakit jantung, tekanan darah tinggi atau sleep apnea mungkin berisiko lebih tinggi selama masa-masa minum berat ini,” Dr. Mrin Shetty, direktur Program Jantung Wanita di University of Louisville, mengatakan kepada HuffPost melalui email.

"Mekanisme yang tepat di balik fenomena ini tidak sepenuhnya dipahami, tetapi alkohol dapat mempengaruhi sinyal listrik di jantung," jelas Shetty. 

Baca juga: Kebiasaan Ini Dapat Buat Otak Bertambah Muda di Usia 70 Tahun, Di Antaranya Kelola Kadar Glukosa

Minuman alkohol juga bisa menyebabkan dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit dan stres pada jantung, yang semuanya dapat membuat jantung lebih rentan terhadap ritme abnormal.

2. Stres juga mempengaruhi kesehatan jantung Anda selama musim ini.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas