Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Dampingi Tumbuh Kembang Anak Autisme dan ADHD dengan Terapi Sensori Integrasi, Apa Manfaatnya?

Pendampingan tepat bagi mereka akan membantu proses tumbuh kembang anak autisme dan ADHD .  Terapi sensori integrasi adalah pendekatan yang disarankan

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Dampingi Tumbuh Kembang Anak Autisme dan ADHD dengan Terapi Sensori Integrasi, Apa Manfaatnya?
freepik
TERAPI SENSOR INTEGRASI - Ilustrasi anak autismen. Kendala tumbuh kembang anak seperti autisme dan ADHD, bukan untuk disesali, karena di balik kekurangan mereka adalah anak istimewa yang hebat. Pendampingan tepat bagi mereka akan membantu proses tumbuh kembang anak autisme dan ADHD .  Terapi sensori integrasi adalah pendekatan yang disarankan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Kendala tumbuh kembang anak seperti autisme dan ADHD, bukan untuk disesali, karena di balik kekurangan mereka adalah anak istimewa yang hebat. 

Anak-anak istimewa ini memang berkebutuhan khusus, maka pendampingan tepat bagi mereka akan membantu proses tumbuh kembangnya. 

Baca juga: Kisah Fathir, Pengidap Autisme dan ADHD Jadi Penghafal Alquran


Beberapa waktu lalu Wakil Menteri Kesehatan RI dr Dante Saksono Harbuwono mengatakan diperkirakan saat ini sekitar 2,4 juta anak Indonesia mengalami gangguan spektrum autisme. 

Penelitian menunjukkan bahwa hampir 95 persen anak autis mengalami kesulitan dalam integrasi sensorik. 

Oleh karena itu, terapi integrasi sensorik menjadi salah satu pendekatan yang dapat dipertimbangkan untuk membantu mengatasi gejala sensorik pada anak autisme.

Terapi integrasi sensorik atau terapi sensori integrasi adalah pendekatan yang dirancang dan disesuaikan dengan kesulitan pemrosesan sensorik. 


Terapi ini dikembangkan berdasarkan konsep bahwa otak dapat belajar untuk merespons rangsangan sensorik dengan lebih adaptif.

Baca juga: Hari Kesadaran Autisme Dewasa Diperingati Tanggal 18 April, Simak Inilah Sejarahnya

Rekomendasi Untuk Anda

Anak autisme sering mengalami kesulitan dalam memproses informasi dari pancaindra, seperti suara, cahaya, tekstur, atau gerakan, yang dapat memengaruhi perilaku dan kemampuan mereka dalam berinteraksi dengan lingkungan.


"Manfaat terapi integrasi sensori untuk anak yang didiagnosa autisme dan juga ADHD sangat banyak, antara lain dapat meningkatkan fokus, meningkatkan kemampuam motorik halus dan kasarnya, dapat membantu regulasi emosi, dan masih banyak lagi," kata direktur utama pusat terapi tumbuh kembang Sunny Kids, Andy M Saladin dikutip Kompas.com.

Ia mengatakan, deteksi dini adalah kunci untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak autisme

Sehingga, makin cepat terapi dimulai makin baik perkembangannya.

"Terapi dapat mulai dilakukan mulai dari 18 bulan dan perlu diingat bahwa terapi ini sifatnya jangka panjang jadi bukan yang baru satu atau dua kali terapi langsung kelihatan hasilnya," katanya.


Tujuan dari terapi integrasi sensori antara lain merangsang indera melalui masukan sensorik, memberi tantangan dalam perencanaan motorik halus dan kasar, mendorong pergerakan tubuh, serta mengembangkan perilaku dan respons adaptif baru.

Menurut American Occupational Therapy Association, terapi integrasi sensori bukan hanya bermanfaat untuk anak berkebutuhan khusus tapi juga pada orang sehat. 

Misalnya saja pada balita, terapi ini bisa meningkatkan berbagai aspek di usia dini, termasuk kemampuan bermain, bersosialisasi, dan memperbaiki pola tidur.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas