Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Cara Lawan Rasa Takut dan Cemas saat Hamil dan Menjadi Ibu

Ada banyak perempuan Indonesia berusia 15–49 tahun yang sudah menikah, namun memilih menunda atau menghindari kehamilan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Cara Lawan Rasa Takut dan Cemas saat Hamil dan Menjadi Ibu
Tribunnews.com/Rina Ayu
DOKTER OBGYN - Dokter spesialis obgyn dr. Ardiansjah Dara Sjahruddin (tengah). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Saat ini, ada banyak perempuan Indonesia berusia 15–49 tahun yang sudah menikah, namun memilih menunda atau menghindari kehamilan.

Fenomena ini dipengaruhi banyak faktor seperti kesiapan mental, khawatir soal ekonomi, tekanan sosial, serta pertimbangan karier dan kehidupan pribadi.

Tidak bisa dipungkiri, menjadi seorang ibu merupakan perjalanan indah nan kompleks.

Ada masa seorang perempuan mengalami  ketakutan atau keraguan saat menghadapi kehamilan dan peran sebagai ibu.

Baca juga: Kisah Ibu Hamil dengan Anemia dan Peran Bidan yang Mendampinginya

Psikolog keluarga Samanta Elsener menjelaskan, kerap kali perempuan dihadapkan pada tantangan yang jarang dibicarakan seperti rasa takut dan tekanan sosial.

"Padahal perasaan itu hal yang wajar dan manusiawi ketika proses kehamilan. Kehamilan harus dijalani dengan kesadaran penuh, bukan dalam kesendirian. Karena itu, penting bagi lingkungan sekitar untuk hadir dengan empati dan dukungan," tutur dia dalam kegiatan Siapa Takut Jadi Ibu di Jakarta, Senin (21/4/2025).

Rekomendasi Untuk Anda

Selain dukungan emosional, seorang ibu hamil harus memenuhi nutrisi selama periode emas 1.000 hari pertama kehidupan.

Peran nutrisi sangat membantu perempuan merasa lebih siap menjadi ibu.

Lewat nutrisi maka calon generasi yang dilahirkan menjadi lebih sehat dan berkualitas.

“Data kami menunjukkan banyak ibu hamil yang masih mengalami defisit asupan nutrisi penting, khususnya protein, kalsium, DHA, zat besi, dan asam folat. Kekurangan nutrisi ini dapat menyebabkan komplikasi seperti anemia pada ibu, keterlambatan perkembangan janin, hingga berat badan lahir rendah,” ungkap dokter spesialis obgyn dr. Ardiansjah Dara
Sjahruddin, SpOG.

Ia mengatakan, sebelum kehamilan pasangan suami dan istri perlu datang ke dokter obgyn sebagai upaya mempersiapkan kehamilan.

Dokter akan memberi beragam saran terkait nutrisi dan perjalanan kehamilan.

Salah satunya pemenuhan nutrisi melalui susu khusus hamil pada fase dari persiapan, masa kehamilan dan menyusui.

"Makanya penting melakukan konsultasi, apabila sebelum hamil nutrisi sudah bagus tercukupi maka pas hamil tidak terlalu mengejar pertumbuhan janin," kata dr Dara.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas