Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Cara Ahli Kanker Dunia Tangani Pasien agar Punya Kualitas Hidup yang Lebih Baik

Studi berbasis populasi menyatakan bahwa kejadian kanker yang berat cenderung akan menimpa satu kelompok individu daripada kelompok lainnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Cara Ahli Kanker Dunia Tangani Pasien agar Punya Kualitas Hidup yang Lebih Baik
Rina/Tribunnews
ONCOLOGY SUMMIT - Kegiatan Siloam Oncology Summit ke-5 di Jakarta, Sabtu (17/5/2025) yang digelar MRCCC. Dibuka oleh Ketua IDI Wilayah DKI Jakarta, dr. Aldrin N. Pancaputra, Wakil kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKi Jakarta Dwi Oktavia, CEO Siloam Hospital Group, Caroline Riady, Executive Director MRCCC Siloam Hospitals Semanggi Dr Edy Gunawan, MARS. 

Ditambahkan Principal Investigator Genome Diversity and Disease at Mochtar Riady Institute for Nanotechnology, Prof. dr. Herawati Sudoyo tim multidisiplin juga dibutuhkan dalam riset kanker.

Genomik adalah dasar dari penanganan kanker.

Studi berbasis populasi menyatakan bahwa kejadian kanker yang berat cenderung akan menimpa satu kelompok individu daripada kelompok lainnya. Riset di bidang genomik mencoba mencari apa penyebabnya.

Riset pun pasti akan berkolaborasi dengan berbagai ilmuwan atau periset dari berbagai multidisiplin.

“Jadi peran pendekatan genetik dalam penanganan kanker akan berlangsung terus menerus, dari sisi etiologi, prevalensi, skrining, diagnosis, pengobatan, bahkan sampai perawatan tahap akhir atau paliatif care,” jelas Prof. Herawati.

Pertemuan ilmiah ini berlangsung hingga 18 Mei 2025 dengan peserta 700 partisipan yang terdiri dari dokter subspesialis, dokter spesialis, dokter umum, radiologis, perawat, perwakilan rumah sakit, dan lain-lain yang terkait dengan manajemen kanker.

Data kanker 60-70 persen terdiagnosis dalam stadium lanjut inilah yang bikin berat beban pembiayaan. Pengobatan lebih kompleks, outputnya tidak sebaik jika deteksi dan penanganan sejak dini.

Rekomendasi Untuk Anda

Data International Agency For Research on Cancer (IARC) menunjukkan kasus kanker baru di Indonesia setiap mencapai 108.000 kasus dengan lebih dari 24 ribu kematian.  

Di sisi lain, pembiayaan kanker mencapai 6,5 Triliun rupiah di tahun 2024 atau menempati urutan kedua dari klaim ke BPJS.

Dengan tema United by Unique, CEO Siloam Hospital Group, Caroline Riady menjelaskan, setiap pasien itu unik dan memiliki riwayat yang berbeda, kondisi biologis yang berbeda, dan harapan yang berbeda.

“Begitu pula para profesional yang terdiri dari ahli onkologi, ahli bedah, ahli patologi, ahli radiologi, perawat, peneliti, manajemen, semuanya membawa keahlian mereka yang berbeda kemudian dipersatukan oleh tujuan bersama dan berkolaborasi memberikan perawatan kanker terbaik. Melalui pendekatan multidisiplin. Diharapkan dapat menyesuaikan perawatan dengan kondisi unik setiap pasien, menyediakan perawatan kanker yang tidak hanya efektif, tetapi juga penuh kasih sayang, holistik, dan berkelanjutan,” kata Caroline.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas