Ini Sayur dan Buah Penurun Kolesterol saat Makan Daging Kurban Berlebihan
Di balik kenikmatan kudapan daging kurban saat Iduladha, seperti rendang, gulai dan sate ada kekhawatiran kolesterol naik.
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
Anita K Wardhani
Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Di balik kenikmatan kudapan daging kurban saat Iduladha, seperti rendang, gulai dan sate ada kekhawatiran kolesterol naik.
Kondisi ini menimbulkan dilema pada penderita kolesterol yang biasanya makan daging seminggu sekali, maka saat Iduladha menu daging ada setiap hari.
Baca juga: Apakah Daging Kurban Boleh Dicuci? Ini Penjelasannya
Guru Besar Keamanan Pangan dan Gizi IPB University, Prof Ahmad Sulaeman membagikan sejumlah kiat agar tetap bisa menikmati daging kurban tanpa takut cemas dengan lonjakan kolesterol.
“Yang harus diperhatikan adalah pilihan bagian daging, cara pengolahan dan porsi konsumsi,” ujar Ketua Umum PERGIZI Pangan Indonesia dikutip laman Ipb.ac.id, Jumat (6/6/2025).
1. Pilih Bagian Daging
Pilihlah bagian daging yang rendah lemak, seperti tenderloin, sirloin, atau paha pada sapi, dan bagian punggung atau paha pada kambing.
Lemak putih kekuningan yang menempel pada daging sebaiknya dibuang sebelum dimasak.
2. Pengolahan
Prof Ahmad menganjurkan mengolah daging kurban dengan metode merebus atau mengukus untuk mengurangi kadar lemak, serta memanggang sebagai alternatif.
Hindari menggoreng daging dengan minyak berlebih.
“Penggunaan santan juga sebaiknya dikurangi dan diganti dengan santan rendah lemak atau susu kedelai,” tambahnya.
3.Imbangi dengan Sayur dan Buah Ini
Hindari konsumsi jeroan seperti hati dan ginjal yang kandungan kolesterolnya tinggi.
Konsumsi daging dalam porsi yang terbatas tidak berlebihan.
Konsumsi daging kurban juga perlu dibarengi sayuran berserat tinggi.
Sayur dengan serat tinggi dapat mengurangi penyerapan kolesterol oleh pembuluh darah karena banyak kolesterol dan lemak terjerap di dalam serat.
Sayuran seperti lalapan daun pohpohan, rebus daun ubi, daun labu, acar mentimun salad dan nanas bisa membantu mengurangi penyerapan kolesterol.
“Konsumsilah sayur dua kali lebih banyak dari porsi nasi atau masakan daging,” katanya.
Juga konsumsi buah segar sebanyak lima sajian per hari, seperti pepaya, semangka, atau melon.
Konsumsi buah-buahan dan sayuran membantu tubuh untuk memproduksi asam empedu lebih banyak dimana kadar kolesterol dalam darah akan menurun.
Prof Ahmad mengingatkan pentingnya minum air putih yang cukup serta olahraga rutin.
“Minimal berjalan kaki 6.000 langkah setiap pagi untuk membantu menjaga metabolisme dan kesehatan pembuluh darah,” tutur dia.
Selain itu, untuk membantu membersihkan pembuluh darah, direkomendasikan minum perasan jeruk lemon di pagi hari sebelum makan, bisa dicampur madu jika memiliki masalah lambung.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.