Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Mengapa Lutut Lansia Sering Terasa Nyeri? Begini Penjelasan Dokter dan Cara Atasinya

Usia senja seringkali membawa serta berbagai keluhan kesehatan, dan salah satu yang paling umum adalah nyeri lutut. 

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Mengapa Lutut Lansia Sering Terasa Nyeri? Begini Penjelasan Dokter dan Cara Atasinya
pixabay/EddieKphoto
Ilustrasi lansia 


Selain perubahan degeneratif akibat penuaan, beberapa kondisi lain juga dapat menjadi penyebab umum nyeri lutut pada lansia:


● Osteoartritis (OA)
Ini adalah penyebab nyeri lutut kronis yang paling sering terjadi pada lansia. Kerusakan kartilago menyebabkan tulang saling bergesekan, menimbulkan rasa sakit, kaku, dan pembengkakan.


● Artritis reumatoid (RA)
Merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan pada lapisan sendi (sinovium). 

RA dapat menyerang banyak sendi, termasuk lutut, dan menimbulkan nyeri, bengkak, kemerahan, serta kekakuan.


● Gout
Kondisi ini disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat di persendian, termasuk lutut. Serangan gout ditandai dengan nyeri hebat, kemerahan, panas, dan pembengkakan yang datang tiba-tiba.


● Pseudogout (Kondrokalsinosis)
Mirip dengan gout, namun disebabkan oleh penumpukan kristal kalsium pirofosfat di sendi. Gejalanya meliputi nyeri, kaku, dan pembengkakan pada lutut.


● Cedera lutut lama
Cedera lutut di masa muda, seperti robekan meniskus atau ligamen, dapat meningkatkan risiko terjadinya nyeri lutut kronis di kemudian hari.

Rekomendasi Untuk Anda


● Bursitis
Peradangan pada bursa, yaitu kantung berisi cairan yang berfungsi sebagai bantalan antara tulang, otot, dan tendon di sekitar lutut. Bursitis dapat menyebabkan nyeri dan pembengkakan lokal.


● Tendinitis
Peradangan pada tendon, yaitu jaringan yang menghubungkan otot dengan tulang. Tendinitis pada tendon di sekitar lutut dapat menyebabkan nyeri saat bergerak.


Gejala yang perlu diwaspadai

Lansia perlu waspada dan segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala nyeri lutut berikut:
● Nyeri yang parah dan tidak membaik dengan istirahat.
● Pembengkakan, kemerahan, atau rasa hangat pada lutut.
● Kekakuan lutut yang signifikan, terutama di pagi hari atau setelah beristirahat.
● Lutut terasa tidak stabil atau mengunci saat bergerak.
● Demam yang menyertai nyeri lutut.
● Kesulitan berjalan atau melakukan aktivitas sehari-hari akibat nyeri lutut.


Solusi medis untuk mengatasi nyeri lutut pada lansia

Lebih lanjut dr Ricky ungkap penanganan nyeri lutut pada lansia akan disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya. 

Beberapa solusi medis yang mungkin direkomendasikan meliputi:

● Obat-obatan:

○ Obat pereda nyeri (analgesik) seperti paracetamol.
○ Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen atau naproxen.
○ Obat-obatan untuk mengatasi artritis spesifik, seperti obat antirematik untuk RA atau obat penurun asam urat untuk gout.
○ Injeksi kortikosteroid ke dalam sendi lutut untuk mengurangi peradangan dan nyeri.


● Terapi fisik: Latihan peregangan dan penguatan otot di sekitar lutut dapat membantu meningkatkan stabilitas sendi, mengurangi nyeri, dan meningkatkan rentang gerak.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas