Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Haruskah Gigi Impaksi Selalu Dicabut? Ini Kata Dokter

Impaksi adalah suatu kondisi saat gigi gagal untuk tumbuh sepenuhnya (menembus) dari gusi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Haruskah Gigi Impaksi Selalu Dicabut? Ini Kata Dokter
freepik.com
Ilustrasi seseorang yang mengalami permasalahan karang gigi, berikut faktor yang mempercepat pembentukan karang gigi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Impaksi adalah suatu kondisi saat gigi gagal untuk tumbuh sepenuhnya (menembus) dari gusi.

Gigi yang tidak dapat keluar sepenuhnya (tumbuh miring) terjadi karena gigi tumbuh berdempetan atau kurangnya ruang di tulang. 

Lantas, apakah orang dengan Impaksi gigi harus menghadapi prosedur pencabutan gigi

Mendengar kata pencabutan gigi saja sudah membuat sebagian besar orang bergidik. 

Namun, jangan khawatir. Tidak semua kasus gigi impaksi harus langsung dicabut. 

Baca juga: Hati-Hati! Ini Gejala Impaksi Gigi yang Harus Diwaspadai, Bukan Cuma Nyeri Biasa

Ada beberapa kondisi yang masih bisa dievaluasi dan dipantau terlebih dahulu, asalkan tidak menimbulkan gejala atau gangguan.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut dokter bedah mulut drg. Muhammad Syakuran, Sp.BM, gigi impaksi tidak selalu harus dicabut, terutama jika:

  • Tidak menimbulkan keluhan apa pun
  • Tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit berdasarkan pemeriksaan
  • Tidak mendorong atau merusak gigi di sekitarnya
  • Tidak menekan saraf maupun jaringan lunak lain di sekitarnya

“Kalau kondisinya seperti itu, kita bisa lakukan observasi berkala, biasanya setiap 6 bulan hingga setahun, dengan kontrol dan rontgen secara rutin,” jelas drg. Syakuran pada talkshow kesehatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan, Kamis (3/7/2025).

Namun, ada beberapa kondisi yang mengharuskan pencabutan dilakukan segera, seperti:

1. Gigi impaksi mendorong gigi depannya, hingga menyebabkan gigi depan berlubang

2. Perikoronitis atau peradangan berulang di sekitar gigi impaksi

3. Ketergantungan pada obat nyeri akibat nyeri terus-menerus

4. Ditemukannya kista atau tumor pada hasil rontgen

5. Maloklusi atau gigi yang berantakan karena terdorong impaksi

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas