Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Terapi Stem Cell Jadi Alternatif Atasi Nyeri Sendi dan Gangguan Tidur

Ia menegaskan bahwa terapi stem cell bisa menjadi alternatif penanganan kasus degeneratif tulang dan sendi, termasuk cedera olahraga dan nyeri kronis

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Reynas Abdila
zoom-in Terapi Stem Cell Jadi Alternatif Atasi Nyeri Sendi dan Gangguan Tidur
Istimewa
STEM CELL - Seminar Terapi Stem Cell dan Gangguan Tidur di RS Hermina Kemayoran, Jakarta, Jumat (4/7/2025). Edukasi semacam ini dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas layanan sekaligus menyelaraskan pemahaman tenaga medis terhadap pendekatan medis baru.  

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terapi stem cell kini menjadi alternatif untuk mengatasi osteoarthritis (nyeri sendi) dan gangguan tidur kronis. 

Hal ini dibahas dalam seminar Terapi Stem Cell dan Gangguan Tidur yang digelar di RS Hermina Kemayoran, Jakarta, Jumat (4/7/2025).

dr. Jaka Fatria Yudhistira, Sp.OT(K), AIFO-K, pembicara seminar menegaskan, stem cell dapat membantu penyembuhan nyeri sendi tanpa operasi. 

"Kami ingin inovasi yang diperkenalkan ini tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga menjadi solusi nyata dalam mengatasi berbagai permasalahan kesehatan," ucapnya.

Ia menegaskan bahwa terapi stem cell bisa menjadi alternatif penanganan kasus degeneratif tulang dan sendi, termasuk cedera olahraga dan nyeri kronis yang selama ini hanya diatasi dengan obat-obatan atau tindakan invasif.

Sementara dr. Krista Ekaputri, Sp.BP-RE, menjelaskan manfaat regeneratif stem cell bagi lansia agar tetap aktif di usia tua.

"Stem cell berperan dalam regenerasi sel tubuh. Ini dapat menjadi metode pendukung bagi pasien yang ingin tetap aktif di usia lanjut,” katanya.

Baca juga: WHO Minta Seluruh Negara Naikkan Pajak Rokok dan Minuman Manis 50 Persen, Biang Epidemi PTM

Rekomendasi Untuk Anda

Direktur RS Hermina Kemayoran, dr. Roni Albert Wijaya, MARS, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk edukasi publik terkait layanan kesehatan berbasis teknologi termasuk untuk penanganan jantung, stroke, dan urologi.

Seminar ini juga diikuti para staf internal dan jejaring rumah sakit. 

Edukasi semacam ini dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas layanan sekaligus menyelaraskan pemahaman tenaga medis terhadap pendekatan medis baru, seperti terapi regeneratif dan pendekatan interdisipliner.
 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas