Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Waspada Bahaya Kesehatan dari Baju Thrifting, Bisa Ada Bakteri, Virus dan Parasit Tertinggal

Benda-benda tak kasat mata ini bisa saja masih tertinggal meski secara visual pakaian terlihat bersih dan wangi. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Waspada Bahaya Kesehatan dari Baju Thrifting, Bisa Ada Bakteri, Virus dan Parasit Tertinggal
Tribunnews.com/Fersianus Waku
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tren membeli pakaian thrifting atau barang preloved kini semakin digemari, terutama oleh generasi muda. 

Harga yang terjangkau, model yang unik, hingga merek-merek ternama menjadi alasan utamanya. 

Bahkan hanya dengan membuka e-commerce dan mengetik kata kunci "thrifting" atau "pre-loved", pembeli akan langsung disambut oleh deretan pakaian menarik dengan harga miring. 

Baca juga: Pusat Grosir Pakaian China di Kebon Kacang, Rp 100.000 Dapat 3 Potong Baju, Mau yang Thrifting Ada!

Namun di balik keuntungan finansial dan mode ini, ada bahaya tersembunyi yang mengintai, terutama dalam hal kesehatan.

Health Management Specialist dari Corporate HR Kompas Gramedia Dokter Santi, mengungkapkan, pakaian bekas yang telah digunakan oleh orang lain bisa membawa berbagai mikroorganisme berbahaya jika tidak ditangani dengan benar. 

“Ikut serta bisa bakteri, bisa virus, bisa parasit, bisa jamur," ungkapnya pada kanal YouTube Sonora FM, Sabtu (5/7/2025). 

Rekomendasi Untuk Anda

Benda-benda tak kasat mata ini bisa saja masih tertinggal meski secara visual pakaian terlihat bersih dan wangi. 

Bahkan pakaian yang telah melalui proses laundry pun belum tentu benar-benar bebas dari mikroorganisme tersebut. 

Semua tergantung pada cara mencuci, mengeringkan, dan menyimpannya.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa tidak semua mikroorganisme langsung menyebabkan penyakit. 

Namun ketika bakteri atau jamur dari pemilik sebelumnya menempel pada kulit pengguna baru, interaksi antar mikroba bisa memicu reaksi.

Terutama jika mikroorganisme tersebut jumlahnya besar atau tubuh penggunanya memiliki kekebalan yang lemah. 

Tak hanya itu, jika pakaian berasal dari orang yang mengalami gangguan kulit seperti kutu, skabies, atau infeksi bakteri tertentu, maka besar kemungkinan mikroorganisme itu ikut pindah. 

Hal ini bisa menyebabkan bisul, ruam, hingga infeksi kulit yang lebih serius.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas