Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Setelah Ablasi Jantung, Ini yang Perlu Diperhatikan selama Pemulihan

Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan selama masa pemulihan agar hasil tindakan lebih optimal dan komplikasi bisa dihindari.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Setelah Ablasi Jantung, Ini yang Perlu Diperhatikan selama Pemulihan
kutv.com
Ilustrasi jantung sehat. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah menjalani prosedur ablasi jantung, pasien umumnya bisa pulih dengan cepat dan kembali menjalani aktivitas harian. 

Ablasi jantung sendiri adalah prosedur minimal invasive untuk menangani aritmia atau gangguan irama jantung tipe cepat.

Namun, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan selama masa pemulihan agar hasil tindakan lebih optimal dan komplikasi bisa dihindari.

Baca juga: Ablasi Jantung, Prosedur Minim Luka untuk Atasi Aritmia Serius

Hal ini disampaikan oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah subspesialis aritmia dari RS Pondok Indah – Pondok Indah dr. Dony Yugo Hermanto, Sp.J.P, Subsp.Ar(K), FIHA. 

Pasien yang telah dinyatakan stabil setelah tindakan akan menjalani observasi ketat di ruang perawatan. 

"Biasanya, pasien diperbolehkan pulang dalam waktu satu hari setelah ablasi jika tidak ditemukan masalah lanjutan," ungkap dr Dony pada keterangannya, Selasa (8/7/2025). 

Rekomendasi Untuk Anda

Setelah itu, pasien akan mendapatkan resep obat untuk mencegah perdarahan dan petunjuk aktivitas yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Aktivitas yang Perlu Dihindari

  • Selama 1–2 minggu pertama, pasien harus menghindari:
  • Olahraga berat
  • Mengemudi
  • Mengangkat beban di atas 5 kg
  • Aktivitas fisik intens seperti berkebun atau pekerjaan rumah berat


Memar ringan pada lokasi masuknya kateter (biasanya di pangkal paha atau lengan) merupakan hal yang wajar. 

Namun, jika muncul gejala seperti perdarahan, bengkak, jantung berdebar, atau sesak napas, segera periksa ke IGD.

Tingkat keberhasilan prosedur tergantung pada jenis aritmia yang ditangani. 

Untuk takikardia supraventrikular, keberhasilan mencapai 90–95 persen. 

Sementara untuk fibrilasi atrium, keberhasilan prosedur pertama berada di angka 70–80 persen, dan bisa meningkat setelah tindakan lanjutan.

“Diskusikan dengan dokter tentang peluang keberhasilan ablasi jantung untuk kondisi spesifik Anda,” kata dr. Dony Yugo Hermanto, Sp.J.P, Subsp.Ar(K), FIHA.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas