Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

6,7 Juta Penduduk Indonesia Terinfeksi Hepatitis B, Cakupan Vaksinasi Diperluas

Survei Kesehatan 2023 mencatat sekitar 6,7 juta penduduk terinfeksi hepatitis B dan 2,5 juta terinfeksi hepatitis C.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Erik S
zoom-in 6,7 Juta Penduduk Indonesia Terinfeksi Hepatitis B, Cakupan Vaksinasi Diperluas
World Today News
ILUSTRASI HEPATITIS- Survei Kesehatan 2023 mencatat sekitar 6,7 juta penduduk terinfeksi hepatitis B dan 2,5 juta terinfeksi hepatitis C. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA- Hepatitis B dan C kronik merupakan penyebab utama kanker hati.

Di Indonesia, Survei Kesehatan 2023 mencatat sekitar 6,7 juta penduduk terinfeksi hepatitis B dan 2,5 juta terinfeksi hepatitis C.

Jika tidak ditangani maka berisiko fatal atau kematian.

Baca juga: Cegah Penularan HIV, Sifilis, dan Hepatitis C Sejak Dini dengan Pemeriksaan IMS

Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI Indonesia dr. Ina Agustina Isturini menyebut, untuk bisa menekankan kasus baru, skrining hepatitis B pada ibu hamil, imunisasi bayi baru lahir maupun cakupan imunisasi hepatitis B untuk tenaga kesehatan diperluas.

Sementara untuk hepatitis C, deteksi dini dan pengobatan menggunakan Direct Acting Antiviral (DAA)  telah tersedia di 71 rumah sakit di 56 kabupaten/kota di seluruh provinsi.

“Upaya ini harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen bangsa pemerintah, swasta, akademisi, komunitas, dan media untuk memutus rantai penularan dan mewujudkan Indonesia bebas hepatitis,” tegas dr. Ina.

Rekomendasi Untuk Anda

Prof. David H. Muljono, anggota Komite Ahli Hepatitis dan Penyakit Infeksi Saluran Pencernaan Kemenkes RI, menekankan, saat ini, tiga negara China, India, dan Indonesia menanggung lebih dari 50 persen beban hepatitis B dunia.

Di Indonesia, kantong-kantong dengan prevalensi tinggi masih ditemukan di wilayah seperti Maluku dan Papua.

"Strategi eliminasi tidak bisa memakai pendekatan tunggal. Setiap wilayah memiliki karakteristik yang berbeda," katanya.

Dengan kemajuan dalam imunisasi bayi, pemberian antivirus bagi ibu hamil, dan penyediaan DAA untuk hepatitis C, Indonesia memiliki peluang besar mencapai target eliminas

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas