Belajar dari Mpok Alpa, Ini Cara Kurangi Risiko Kanker Payudara karena Faktor Genetik
Mpok Alpa meninggal dunia pada Jumat (15/8/2025) setelah berjuang melawan kanker payudara. Kankernya ini diduga karena genetik,
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
Anita K Wardhani
Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Komedian sekaligus presenter Nina Carolina atau yang memiliki nama panggung Mpok Alpa meninggal dunia pada Jumat (15/8/2025) setelah berjuang melawan kanker payudara.
Diungkap suami Mpok Alpa, Ajie Darmaji, ada faktor genetik yang mempengaruhi kesehatan perempuan berusia 38 tahun ini.
Baca juga: Ada Benjolan di Payudara Seperti yang Dialami Mpok Alpa, Pastikah Itu Kanker?
“Ada faktor genetik dari ibu almarhumah,” kata Ajie kepada wartawan di rumah duka di Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (16/8/2025).
Dilansir dari Breastcancer.org, banyak faktor risiko penyebab kanker payudara.
Ada faktor yang bisa diubah dan tidak bisa diubah.
Salah satu faktor yang tidak bisa diubah adalah genetik atau mewarisi perubahan gen tertentu.
Sekitar 5 hingga 10 persen kanker payudara diperkirakan bersifat genetik, artinya kanker tersebut merupakan hasil langsung dari perubahan gen (mutasi) yang diwariskan dari orang tua.
Jika mewarisi salinan mutasi gen BRCA1 dan BRCA2 maka memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara.
Kanker payudara karena faktor keturunan tidak bisa dicegah sepenuhnya.
Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risikonya.
1. Deteksi Dini
Deteksi dini menjadi hal mutlak yang harus dilakukan jika memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara.
Pasalnya, bila ditemukan saat stadium awal maka peluang sembuhnya menjadi sangat besar.
SADARI (periksa payudara sendiri) tiap bulan bisa membantu deteksi di awal, khususnya bagi mereka perempuan yang di usia produktif.
Kemudian, jika berusia di atas 45 tahun maka bisa dilanjutkan dengan pemeriksaan seperti mammografi dan USG payudara.
Baca tanpa iklan