Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Mantan Menkes Nila F. Moeloek: Ideologi Kesehatan Harus Berpihak dan Libatkan Rakyat

Prof Nila F Moeloek menegaskan pembangunan kesehatan di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari dimensi ideologi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Erik S
zoom-in Mantan Menkes Nila F. Moeloek: Ideologi Kesehatan Harus Berpihak dan Libatkan Rakyat
Istimewa
KAJIAN PUBLIK - Mantan Menteri Kesehatan RI sekaligus Ketua Dewan Pembina Indonesia Health Development Center (IHDC), Prof Nila F Moeloek (tengah) usai peluncuran laporan kajian publik “Reinterpretasi Ideologi Kesehatan Indonesia: IHDC Model 2025” di Jakarta, Selasa (20/8/2025). 

Ray menambahkan, kajian ini menekankan bahwa seluruh dimensi tidak berdiri sendiri, tetapi diikat oleh roh utama: partisipasi rakyat.

Partisipasi yang dimaksud bukan sekadar formalitas musrenbang, melainkan keterlibatan bermakna dalam merumuskan, melaksanakan, dan mengevaluasi kebijakan kesehatan.

Empat pakar kunci turut memperkuat argumen ilmiah ini. Guru Besar Antropologi Prof. Semiarto Aji Purwanto dan pakar hukum kesehatan Djarot Dimas, SH, MH, menyoroti keadilan sebagai fairness, yaitu keberpihakan kepada yang paling rentan.

Guru Besar Ekonomi Kesehatan Prof Ascobat Gani serta jurnalis humaniora kesehatan Adhitya Ramadhan, SIP, menekankan pentingnya prinsip partisipatori agar komunitas mampu membangun sistem kesehatan yang ideologis dan berkelanjutan.

Dalam penutupan acara, IHDC menyerahkan Executive Summary Blueprint Ideologi Kesehatan IHDC Model 2025 kepada perwakilan pemerintah, akademisi, dan media. IHDC juga berkomitmen melanjutkan kajian ini melalui publikasi ilmiah, forum diskusi publik, serta kampanye edukasi masyarakat.

Indonesia Health Development Center (IHDC) adalah wadah pemikir nirlaba yang bergerak di bidang riset, edukasi, dan advokasi sistem kesehatan berbasis nilai.

IHDC didirikan oleh tokoh lintas disiplin seperti Prof. Nila F. Moeloek, Dr. Ray Wagiu Basrowi, Dr. Levina Chandra Khoe, dr. Kianti Darusma, dan Eriq Moeloek. Lembaga ini telah melahirkan kajian penting terkait stunting, gangguan refraksi anak, hingga hubungan gizi dengan kognisi anak sekolah.

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas