Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Rendahnya Deteksi Dini Jadi Penyebab Utama Tingginya Angka Kematian Akibat Kanker Payudara

Meski kemajuan medis berkembang pesat, kanker payudara tetap menjadi penyebab kematian kanker tertinggi pada perempuan Indonesia.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Erik S
zoom-in Rendahnya Deteksi Dini Jadi Penyebab Utama Tingginya Angka Kematian Akibat Kanker Payudara
AI
KANKER PAYUDARA - Foto ilustrasi hasil olah kecerdasan buatan (AI), Jumat (5/9/2025), memperlihatkan seorang ibu penyitas kanker payudara. Kanker payudara masih menjadi salah satu penyakit mematikan yang terus membayangi perempuan Indonesia  

Jika dibandingkan, sistem kesehatan Indonesia masih tertinggal dari negara tetangga. Singapura dan Malaysia sudah menerapkan model pengobatan kolaboratif lintas spesialisasi sehingga pasien mendapat perawatan lebih komprehensif.

Di Indonesia, pendekatan ini belum banyak diterapkan.

Baca juga: Suami Mpok Alpa Cerita Penyakit yang Diidap Istri, Sebut Sel Kanker Payudara Sudah Menyebar ke Paru

Dari sisi anggaran, Indonesia juga tertinggal. Pada 2025, anggaran kesehatan diperkirakan hanya 5–6?ri APBN. Sementara itu, Malaysia sudah mengalokasikan lebih dari 10?n Singapura bahkan mencapai di atas 16%.

“Tanpa sistem kesehatan yang solid dan kolaboratif, sulit bagi Indonesia mengejar ketertinggalan,” kata Agus.

Suara Penyintas: Kemajuan Ada, Tapi Biaya Masih Berat

EMR (56), penyintas kanker payudara sejak 2010, menilai bahwa penanganan kanker di Indonesia sudah jauh lebih baik dibandingkan 15 tahun lalu.

Kini tersedia fasilitas lebih lengkap seperti PET Scan, terapi target, hingga dukungan komunitas pasien yang memberikan edukasi serta ruang berbagi pengalaman.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, menurutnya, biaya pengobatan masih menjadi kendala besar.

“PET Scan dan terapi target masih memberatkan karena belum sepenuhnya ditanggung BPJS. Kami berharap ke depan pengobatan bisa lebih terjangkau,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang lebih baik dari tenaga medis.

“Bagi pasien, informasi yang jelas dan sikap yang hangat dari dokter sangat membantu kami lebih tenang menjalani pengobatan,” tambahnya.

 

 

 

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas