Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Cedera Lutut pada Atlet Basket, Dokter Ortopedi Ungkap Penanganan dan Pemulihan

Gerakan eksplosif seperti melompat, mendarat, hingga perubahan arah mendadak membuat bagian lutut atlet basket rentan mengalami cedera serius.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Cedera Lutut pada Atlet Basket, Dokter Ortopedi Ungkap Penanganan dan Pemulihan
/Surya/HABIBUR ROHMAN
ILUSTRASI. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Cedera lutut sering kali menjadi mimpi buruk bagi para pemain basket. 

Gerakan eksplosif seperti melompat, mendarat, hingga perubahan arah mendadak membuat bagian lutut atlet basket rentan mengalami cedera serius. 

Namun, berkat kemajuan teknologi medis, pemulihan cedera kini bisa lebih cepat dengan metode arthroscopy.

Dokter spesialis ortopedi konsultan hip and knee, adult reconstruction, trauma, and sports RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, dr. Sunaryo Kusumo, M.Kes, Sp.OT.(K) menjelaskan, penanganan cedera lutut sangat bergantung pada tingkat keparahan.

Baca juga: Cara Aman Olahraga Padel, Lakukan Hal Ini Agar Tak Cedera

“Jika ligamen yang putus hanya parsial, penanganan berupa fisioterapi dapat menjadi pilihan. Namun, jika cedera berada di grade 2 atau 3, tindakan rekonstruksi dengan penggantian ligamen baru atau penjahitan bantalan lutut sering kali diperlukan,” ujar dr. Sunaryo pada keterangannya, Senin (8/9/2025). 

Arthroscopy: Bedah Minim Sayatan

Jika dahulu operasi lutut dilakukan dengan sayatan besar, kini pasien bisa memilih metode arthroscopy. 

Prosedur ini menggunakan alat khusus bernama arthroscope, berbentuk selang tipis yang dilengkapi kamera dan senter untuk menegakkan diagnosis sekaligus memperbaiki kerusakan sendi.

Rekomendasi Untuk Anda

Metode ini tidak hanya digunakan pada lutut, tetapi juga dapat diterapkan pada bahu, siku, pergelangan tangan, panggul, dan pergelangan kaki. 

Dibanding operasi konvensional, arthroscopy memiliki keunggulan signifikan: luka sayatan lebih kecil, risiko perdarahan lebih rendah, proses penyembuhan lebih cepat, hingga efektivitas prosedur yang lebih tinggi.

“Arthroscopy memberi keuntungan karena proses operasi lebih singkat dan pemulihan lebih cepat, sehingga pasien bisa segera kembali beraktivitas,” terang dr. Sunaryo.

Proses Pemulihan Pasca Arthroscopy

Setelah menjalani arthroscopy, pasien umumnya dapat kembali melakukan aktivitas ringan dalam 1–2 minggu.

Sementara itu, aktivitas berat dan olahraga biasanya bisa dimulai kembali setelah 6–8 minggu, tergantung kondisi dan rekomendasi dokter.

Meski begitu, waktu pemulihan total bisa memakan waktu 4–6 bulan. 

Latihan fisioterapi yang dilakukan secara bertahap dan diawasi oleh dokter maupun fisioterapis menjadi bagian penting dalam mempercepat pemulihan.

“Pemulihan bukan hanya soal mengembalikan fungsi fisik, tetapi juga mempersiapkan mental agar pasien tidak takut kembali berolahraga,” jelas dr. Sunaryo.

Fisioterapi dan Latihan Preventif

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas