Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Waspadai Sinusitis, Gejalanya Hilang Indra Penciuman Bisa Picu Kebutaan dan Stroke

Sinusitis yang dibiarkan tanpa penanganan tepat dapat memicu komplikasi serius, bahkan hingga kebutaan dan stroke.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Waspadai Sinusitis, Gejalanya Hilang Indra Penciuman Bisa Picu Kebutaan dan Stroke
swallergy.com
WASPADAI SINUSITAS - Masyarakat diminta mewaspadi gejala sinusitas karena bisa memicu kebutaan dan stroke. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polusi udara dan alergi yang tinggi di perkotaan bisa memicu gangguan pada hidung seperti sinusitis dapat mengancam kualitas hidup.

Lebih dari sekadar hidung tersumbat, sinusitis yang dibiarkan tanpa penanganan tepat dapat memicu komplikasi serius, bahkan hingga kebutaan dan stroke.

Dr. Neville Teo Wei Yang, Senior Consultant di Departemen Otorhinolaringologi – Bedah Kepala dan Leher, Singapore General Hospital (SGH) mengatakan, jumlah kasus sinusitis yang ditangani di SGH relatif stabil dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, stabilnya angka kasus tidak berarti risiko penyakit ini berkurang.

“Polusi udara dan alergi yang tinggi di perkotaan memang dapat memperburuk gejala hidung pasien, meskipun tidak selalu berkorelasi langsung dengan memburuknya sinusitis,” ungkap Dr. Teo dikutip Kamis, 2 Oktober 2025.

Dr Teo selama ini aktif dalam penyelenggaraan kursus tahunan Functional Endoscopic Sinus and Skull Base Surgery.

Gejalanya Sering Dianggap Sepele

Rekomendasi Untuk Anda

Salah satu kesalahan umum pasien adalah mengabaikan gejala awal. Banyak orang hanya mengira mereka mengalami pilek biasa, padahal tanda-tanda sinusitis sudah muncul.

“Gejala paling umum yang sering diabaikan pasien adalah hilangnya indera penciuman. Padahal, ini merupakan indikator penting adanya peradangan pada sinus,” jelas Dr. Teo.

Sayangnya, tidak semua fasilitas medis melakukan tes uji penciuman sebagai metode diagnosis. Padahal, menurut Dr. Teo, tes ini saat ini merupakan cara paling andal untuk mendeteksi sinusitis lebih dini.

Banyak orang awam menganggap sinusitis sama dengan rhinitis. Padahal, keduanya berbeda secara medis dan memerlukan pendekatan pengobatan yang berlainan.

“Rhinitis adalah peradangan pada rongga hidung, biasanya bersifat akut seperti flu dan sering dipicu alergi. Sedangkan sinusitis atau lebih tepatnya rinosinusitis melibatkan peradangan pada rongga sinus paranasal selain hidung,” kata Dr. Teo.

Baca juga: Cerita Ricky Harun Idap Sinusitis Kronis hingga Dirawat di Rumah Sakit

Perbedaan ini penting karena rinosinusitis kronis kerap disebabkan oleh infeksi atau peradangan berkepanjangan yang tidak akan sembuh hanya dengan pengobatan alergi biasa.

Pengobatan Lini Pertama dan Pilihan Bedah

Untuk rinosinusitis kronis, semprotan steroid intranasal dan irigasi hidung dengan larutan saline (air garam) menjadi terapi lini pertama yang terbukti efektif mengendalikan gejala. Antibiotik juga diberikan bila ada infeksi kronis yang menyertai.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas