Fast Food dan Penggunaan Gadget Picu Diabetes, Begini Penjelasan Dokter
Banyak yang tak sadar kebiasaan sederhana seperti sering makan fast food, kurang gerak, hingga tidur larut malam karena gadget picu diabetes.
Penulis:
Eko Sutriyanto
Editor:
Anita K Wardhani
Ringkasan Berita:
- Pola hidup masyarakat modern berdampak pada kesehatan.
- Kebiasaan yang serba cepat dan praktis umumnya rendah serat dan nutrisi penting.
- Jika dikonsumsi berlebihan, tubuh akan menyimpan energi berlebih yang memicu resistensi insulin—awal mula diabetes tipe 2.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pola hidup masyarakat modern yang serba cepat dan praktis kini mulai memunculkan konsekuensi serius bagi kesehatan.
Kemudahan memesan makanan cepat saji hingga kebiasaan berlama-lama di depan layar gadget disebut menjadi pemicu meningkatnya kasus diabetes di Indonesia.
Baca juga: Cegah Anak Kecanduan Gadget, Ririn Ekawati Ajak Putrinya Rajin Olahraga
Menurut dr. Timoteus Richard, Sp.PD, Spesialis Penyakit Dalam Bethsaida Hospital Gading Serpong, banyak pasien tidak menyadari bahwa gaya hidup modern mereka perlahan menjerumuskan ke risiko diabetes.
“Banyak pasien yang tidak sadar bahwa kebiasaan sederhana seperti sering makan fast food, kurang gerak, hingga tidur larut malam karena gadget bisa memicu terjadinya diabetes,” ujarnya, Senin (20/10/2025).
Dikatakannya, makanan cepat saji memang praktis dan lezat, namun umumnya tinggi gula, garam, dan lemak jenuh, serta rendah serat dan nutrisi penting.
Jika dikonsumsi berlebihan, tubuh akan menyimpan energi berlebih sebagai lemak, terutama di bagian perut, yang memicu resistensi insulin—awal mula diabetes tipe 2.
Baca juga: Mata Katarak Bisa Terjadi di Bawah Usia 50 Tahun, Dokter Sebut Diabetes dan Rokok Jadi Pemicu
Selain itu, lonjakan gula darah setelah makan membuat pankreas harus bekerja ekstra.
Dalam jangka panjang, hal ini menyebabkan kelelahan organ dan penurunan kemampuan tubuh mengatur kadar gula.
Timoteus juga menyoroti fenomena gadget lifestyle juga tak kalah berbahaya.
Aktivitas yang banyak dilakukan di depan layar membuat tubuh kurang bergerak dan metabolisme menurun.
“Kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan penumpukan lemak tubuh, yang memicu resistensi insulin," katanya.
Sementara paparan cahaya gadget sebelum tidur mengganggu pola tidur dan meningkatkan hormon stres, yang akhirnya berdampak pada kestabilan kadar gula darah.
"Kondisi ini diperparah dengan jam tidur yang berantakan serta kebiasaan begadang, yang terbukti dapat memperburuk kontrol gula darah," katanya.
Picu Diabetes, Kenali Gejalanya
Banyak orang baru menyadari dirinya mengidap diabetes ketika kondisinya sudah parah.
Padahal, gejala awal sebenarnya dapat dikenali lebih cepat di antaranya rasa haus berlebihan dan sering buang air kecil di malam hari, kelelahan tanpa sebab jelas, penglihatan kabur, luka yang sulit sembuh dan penurunan atau peningkatan berat badan drastis
Baca tanpa iklan