Apa Beda Keracunan dan Alergi Makanan? Kenali Tanda dan Cara Pertolongan Pertama
Banyak yang tak bisa membedakan keracunan dan alergi makanan. Padahal keduanya berbeda dan bisa berakibat fatal jika tidak ditangani tepat.
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
Anita K Wardhani
Ringkasan Berita:
- Keracunan dan alergi makanan kerap tak bisa dibedakan.
- Kenali tanda-tandanya.
- Jika sudah tahu gejalanya, kenali pula cara pertolongan pertamanya.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Belum banyak masyarakat yang bisa membedakan keracunan dan alergi makanan.
Padahal keduanya berbeda dan bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan tepat.
Baca juga: Ada Ribuan Kasus Keracunan MBG, Prabowo: Masih dalam Koridor Error Manusiawi
Hal itu disampaikan Guru Besar Mikrobiologi Klinik FK-KMK UGM, Prof. dr. Tri Wibawa dikutip dari laman UGM di Jakarta, Selasa (21/10/2025).
Ia menjelaskan, alergi makanan merupakan reaksi sistem kekebalan tubuh yang terjadi segera setelah mengonsumsi makanan tertentu.
Dalam jumlah kecil, makanan pemicu alergi dapat menyebabkan gejala seperti biduran, pembengkakan saluran pernapasan yang memicu asma, hingga gangguan pencernaan.
“Reaksi alergi dapat berujung pada kondisi yang mengancam jiwa yang dikenal sebagai anafilaksis,” kata dia.
Baca juga: Jangan Dianggap Remeh, Alergi Susu Sapi Bisa Ganggu Perkembangan Otak Anak
Sementara untuk keracunan makanan bukan disebabkan oleh reaksi sistem imun, melainkan akibat masuknya kuman atau zat berbahaya dalam makanan atau minuman yang dikonsumsi.
Keracunan makanan biasanya menimbulkan gejala seperti sakit perut, muntah, dan diare, yang muncul beberapa jam hingga hari setelah mengkonsumsi makanan tersebut.
Penyebab keracunan bisa karena bakteri seperti Salmonella sp dan Escherichia coli (E. coli).
Salmonella memicu peradangan serta luka pada dinding usus sedangkan E. coli dapat menyebabkan penyakit tular makanan yang parah.
"Meskipun gejalanya mirip, mekanisme penyebabnya berbeda-beda tergantung jenis bakterinya,” ungkapnya.
Sebagian besar kasus keracunan bersifat ringan dan dapat sembuh tanpa pengobatan khusus, tetapi dalam kondisi tertentu dapat berakibat serius jika tidak segera ditangani.
Langkah Pertolongan Pertama
Dalam program Makan Bergizi Gratis di sekolah, Tri menekankan pentingnya penanganan pertama yang cepat dan tepat saat siswa menunjukkan gejala keracunan makanan.
“Muntah dan diare dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit. Langkah paling penting dalam pertolongan pertama adalah mengganti cairan dan elektrolit yang hilang untuk mencegah dehidrasi,” ujarnya.
Dosen Mikrobiologi Klinik ini menyarankan agar penderita banyak minum air putih atau cairan dengan suplemen elektrolit.
“Jika muntah masih terjadi, minumlah sedikit demi sedikit. Dan jika kondisi memburuk, segera cari pertolongan dari petugas kesehatan,” tambahnya.
Ketika keracunan ada juga gejala demam yang mungkin muncul karena ada mekanisme alami tubuh dalam melawan infeksi.
“Demam membantu mengendalikan infeksi dengan memberi tekanan panas pada patogen dan meningkatkan efektivitas sistem kekebalan tubuh,” paparnya.
Karena itu pengawasan ketat terhadap seluruh rantai produksi makanan MBG sangat penting, mulai dari pemilihan bahan, penyimpanan, pengolahan, hingga distribusi.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.