Catatan BRIN soal MBG: Dari Bahan Baku hingga Sendok Makan
Sejumlah titik krusial dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dikupas Kepala Pusat Riset dan Proses Pangan pada BRIN.
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
Anita K Wardhani
Hal ini untuk menghindari titik kritis MBG, dimana MBG baru sampai ke tangan siswa sekitar pukul 8 – 10 pagi.
“Kadang ada keterbatasan juga jumlah mobilnya cuma sedikit padahal didistribusikan banyak sehingga waktu distribusi itu memakan waktu dari makanan dimana harus dua sampai empat jam maksimal itu sudah harus dikonsumsi kalau distribusinya telat ya otomatis terlambat juga proses konsumsinya,” kata Satriyo.
5.Pastikan Alat Makan Bersih
Menyediakan sendok dan memastikan alat makannya bersih itu satu bagian yang mungkin bisa mengurangi potensi keamanan pangan terkait MBG selain batas waktu.
Pencucian alat masak dan makan harus benar-benar sesuai standar HRCCP atau Hazard Analysis and Critical Control Points (Analisis Bahaya dan Pengendalian Titik Kritis), yaitu sebuah sistem manajemen risiko yang sistematis untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan bahaya keamanan pangan.
6.Pembagian Waktu Kerja yang Jelas
Untuk mencegah para tenaga kerja di dapur MBG kelelahan, diperlukan pembagian waktu kerja yang jelas setiap harinya.
Saat tenaga kerja merasakan kelelahan maka berisiko pada keamanan pangan.
“Load kerja ini berkaitan juga dengan penyediaan rantai pasoknya menyimpan bahan makanan untuk 2.500 sampai 4.000 porsi. Mungkin per SPPG maksimal 2.000 itu lebih-lebih aman dan lebih mudah penyediaannya,” ujar Satriyo.