Mengenal Kampanye Global 'End Polio Now' yang Turut Digelar di Solo
Rotary Club Area Solo bersama Pemerintah Kota Surakarta turut menggelar kampanye 'End Polio Now' memperingati Hari Polio Sedunia.
Penulis:
Wahyu Gilang Putranto
Editor:
Febri Prasetyo
Pada kampanye ini, Rotary Club melibatkan berbagai komunitas pemuda seperti Duta GenRe, Forum Anak, Putra-Putri Solo, Paskibraka, hingga Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
Kegiatan juga diwarnai dengan mendatangi Posyandu dan Puskesmas Kota Surakarta, membagikan balon, susu, serta makanan sehat sambil mengajak orang tua tidak ragu membawa anaknya imunisasi.
“Kami sangat senang karena pemerintah Kota Surakarta sangat support kegiatan ini, jadi kami dihantarkan untuk berkunjung ke beberapa Posyandu untuk mengawal jalannya vaksinasi ini,” ucapnya.
Lebih Lanjut Mengenai 'End Polio Now'
Pada tahun 1980-an, polio diketahui masih mewabah di lebih dari 125 negara.
Lebih dari 350.000 anak lumpuh setiap tahun.
Rotary International kemudian bersama World Health Organization (WHO), UNICEF, U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Bill & Melinda Gates Foundation, membentuk Global Polio Eradication Initiative (GPEI) pada 1988 untuk menghapuskan polio secara global.
Rotary mencanangkan kampanye “End Polio Now” sebagai gerakan untuk menghapus kasus polio.
Tujuan utama dari kampanye ini adalah pencegahan penularan virus polio liar (wild poliovirus) di seluruh dunia, menjamin cakupan imunisasi penuh bagi semua anak, terutama di negara berisiko tinggi, serta meningkatkan kesadaran global tentang pentingnya vaksinasi dan pencegahan penyakit menular.
Dikutip dari endpolio.org, sejak kampanye diluncurkan, kasus polio global turun lebih dari 99 persen.
Kini hanya tersisa dua negara endemis, yaitu Afganistan dan Pakistan.
Bagaimana Kasus Polio di Indonesia?
Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), pada 9 Maret 2024, satu kasus lumpuh layuh akut (LGA) pada anak laki-laki berusia 6 tahun di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, terkonfirmasi positif polio tipe II melalui pemeriksaan laboratorium.
Munculnya kelumpuhan terjadi pada 20 Februari 2024.
Pada 6 April 2024, satu kasus polio lainnya ditemukan di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Kasus ini melibatkan anak perempuan berusia 11 tahun dengan onset kelumpuhan pada 25 Februari 2024 dan hasil pemeriksaan laboratorium positif polio tipe II.
Pada 25 April 2024, satu kasus LGA pada anak perempuan berusia 11 tahun di Kabupaten Asmat, Papua Selatan, juga terkonfirmasi positif polio melalui pemeriksaan laboratorium. Onset kelumpuhan pada kasus ini terjadi pada 25 Februari 2024.
Baca tanpa iklan