Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Sistem BPJS Kesehatan Akan Diubah, Ini 6 Tantangan Besar yang Harus Diatasi

Reformasi sistem rujukan BPJS Kesehatan siap diterapkan. Model berbasis kompetensi dijanjikan lebih cepat, tapi ahli ingatkan banyak tantangan besar

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Sistem BPJS Kesehatan Akan Diubah, Ini 6 Tantangan Besar yang Harus Diatasi
dok pribadi
SISTEM BPJS DIUBAH - Epidemiolog sekaligus mantan Sekretaris Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Dicky Budiman. Model rujukan BPJS Kesehatan berjenjang yang selama ini dinilai lambat akan diganti dengan sistem rujukan berbasis kompetensi. Perubahan ini disambut positif banyak kalangan, namun para ahli menilai implementasinya tidak akan mudah 

Daerah 3T diprediksi paling terdampak. Layanan berkompetensi tinggi masih terpusat di kota besar.

Tanpa perencanaan berbasis kebutuhan, disparitas layanan dapat semakin melebar.

3. Risiko Rumah Sakit Tipe C dan B Kehilangan Pendapatan

Rumah sakit tipe menengah banyak bergantung pada kasus borderline untuk operasional.

Jika pasien dapat langsung menuju RS tipe A, potensi penurunan pendapatan bisa memengaruhi kualitas layanan.

4. Sistem IT yang Belum Real Time

Gangguan jaringan dan server penuh di FKTP masih sering terjadi.

Rekomendasi Untuk Anda

Data kapasitas tempat tidur rumah sakit tidak selalu terbarui, sehingga penolakan rujukan karena informasi tidak akurat dapat terjadi.

Baca juga: Wacana Penghapusan Rujukan Berjenjang BPJS Dinilai Berisiko Picu Penumpukan Pasien

5. Ketidakpastian Regulasi Teknis

Faskes membutuhkan SOP nasional yang jelas. Tanpa standar kompetensi, pembagian peran tegas, dan audit rujukan konsisten, interpretasi aturan bisa bervariasi.

6. Tantangan Pembiayaan dan Risiko Moral Hazard

Jika rujukan langsung ke RS tipe A meningkat, klaim BPJS bisa melonjak.

Tanpa pengendalian berbasis clinical pathway serta audit medis, risiko overtreatment sulit dihindari.

Potensi Besar Jika Syarat Terpenuhi

Meski tantangannya kompleks, Dicky menilai reformasi ini tetap merupakan langkah maju bagi sistem kesehatan Indonesia.

Dengan standarisasi, integrasi IT, dan penguatan FKTP, seluruh pihak dapat merasakan manfaatnya.

“Jika semua ini dilakukan maka potensinya layanan akan jauh lebih cepat, biaya BPJS lebih hemat, keselamatan pasien meningkat,” ujarnya.

Pembenahan menyeluruh diperlukan agar sistem rujukan berbasis kompetensi benar-benar menjadi solusi, bukan beban baru bagi rumah sakit maupun pasien.

 

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas