Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Dua Tahun Berlayar di Wilayah 3T, Ini Cara RS Kapal Bantu Akses Kesehatan Pasien

Sudah dua tahun Rumah Sakit Kapal (RSK) berlayar menjangkau masyarakat di wilayah terpencil, perbatasan dan kepulauan (3T).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Dua Tahun Berlayar di Wilayah 3T, Ini Cara RS Kapal Bantu Akses Kesehatan Pasien
Tribunnews.com/Rina Ayu
RS KAPALl - Ketua Pengurus Yayasan Dokter Peduli, Tutuk Utomo Nuradhy dalam kegiatan Refleksi Dua Tahun Layanan Kesehatan di Daerah Belum Tersedia Fasilitas Kesehatan Memenuhi Syarat (DBTFMS) melalui RS Kapal di Jakarta, Kamis (20/11/2025).(Tribunnews.com/Rina Ayu) 

Ringkasan Berita:
  • Rumah Sakit Kapal (RSK) berlayar menjangkau masyarakat di wilayah terpencil, perbatasan dan kepulauan (3T).
  • Ribuan masyarakat dilayani secara gratis setiap tahun di RSK ini.
  • Namun 43 persen belum terlindungi BPJS Kesehatan.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sudah dua tahun Rumah Sakit Kapal (RSK) berlayar menjangkau masyarakat di wilayah terpencil, perbatasan dan kepulauan (3T).

Ada ribuan masyarakat dilayani secara gratis setiap tahun.

Baca juga: Dihantam Ombak Saat Operasi Pasien, Kisah Pengabdian Relawan RS Kapal di Papua Barat Daya

Ketua Pengurus Yayasan Dokter Peduli, Tutuk Utomo Nuradhy, mengatakan, saat ini pihaknya memiliki 3 kapal yaitu Rumah Sakit Kapal doctorSHARE—RSA dr. Lie Dharmawan II dan RSK Nusa Waluya II.

Selama pelayanan 2 tahun ini sudah terdapat 7 lokasi yang dilayani dengan jumlah 14.220 pasien yang mendapatkan manfaat medis namun 43 persen belum terlindungi BPJS Kesehatan.

Kondisi ini menggambarkan perlunya penguatan strategi pemerataan akses agar JKN benar-benar menjangkau seluruh masyarakat.

Rekomendasi Untuk Anda

“Kami berharap agar akses JKN semakin merata hingga ke wilayah paling terpencil,” kata dia dalam kegiatan Refleksi Dua Tahun Layanan Kesehatan di Daerah Belum Tersedia Fasilitas Kesehatan Memenuhi Syarat (DBTFMS) melalui RSK di Jakarta, Kamis (20/11/2025).

Baca juga: Dihantam Ombak Saat Operasi Pasien, Kisah Pengabdian Relawan RS Kapal di Papua Barat Daya

Ia menjelaskan, operasional ketiga rumah sakit kapal membutuhkan anggaran sekitar Rp 36 miliar per tahun.

Dari seluruh kasus yang ditemukan, penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi mendominasi.

Sementara itu, layanan bedah menjadi kebutuhan terbesar masyarakat di wilayah 3T karena membutuhkan biaya tinggi dan fasilitas yang memadai.

Sebelum memberikan pelayanan di daerah-daerah yang minim fasilitas kesehatan, pihaknya selalu melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat. “

“Biasanya sebelum kapal tiba, dinas kesehatan dan puskesmas sudah melakukan pendataan dan pembagian waktu pelayanan bagi masyarakat. Pasien yang membutuhkan intervensi segera juga sudah dipersiapkan,” jelas Tutuk.

Tutuk menegaskan bahwa dalam program DBTFMS, persoalan layanan kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Kesehatan atau BPJS Kesehatan saja, tetapi juga membutuhkan dukungan Dewan Pengawas Jaminan Sosial Nasional (DJSN) dalam proses monitoring dan supervisi.

Ditambahkan Asisten Deputi Bidang Kerja sama Fasilitas Kesehatan, BPJS Kesehatan, dr. Nur Indah Yuliaty, pembiayaan pelayanan kesehatan di RSK disetarakan dengan rumah sakit kelas C.

Dalam pelayanannya, Rumah Sakit Kapal berperan sebagai penyedia layanan, termasuk layanan spesialistik.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas