Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Populasinya 12 Persen dari Penduduk Indonesia, Lansia Bisa Sehat,Mandiri dan Aktif dengan Sidaya

Program nasional “Lanjut Usia Berdaya” (SIDAYA) diluncurkan - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd,

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Populasinya 12 Persen dari Penduduk Indonesia, Lansia Bisa Sehat,Mandiri dan Aktif dengan  Sidaya
HO/IST
SIDAYA - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd, meluncurkan secara resmi program nasional “Lanjut Usia Berdaya” (SIDAYA). Program ini diinisiasi Menteri Wihaji guna meningkatkan kualitas hidup lansia menuju lansia Tangguh yang sehat, produktif, merasa aman dan mampu berpartisipasi dalam kegiatan sesuai dengan minat dan potensinya). Peluncuran mengambil lokasi di Pendopo Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Kamis (04/12/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Proporsi penduduk lansia di Indonesia mencapai 12 persen dari total populasi 268 juta jiwa.
  • Lansia bisa sehat dan mandiri juga aktif. 
  • Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd, meluncurkan secara resmi program nasional “Lanjut Usia Berdaya” (SIDAYA). 

 

TRIBUNNEWS.COM, LAMONGAN - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd, meluncurkan secara resmi program nasional “Lanjut Usia Berdaya” (SIDAYA). 

Program ini diinisiasi Menteri Wihaji guna meningkatkan kualitas hidup lansia menuju lansia Tangguh yang sehat, produktif, merasa aman dan mampu berpartisipasi dalam kegiatan sesuai dengan minat dan potensinya). 

Baca juga: Hati-Hati, RSV Bisa Picu Gagal Jantung hingga Serangan Jantung pada Lansia

Peluncuran mengambil lokasi di Pendopo Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Kamis (04/12/2025). 

Data Statistik Penduduk Lanjut Usia (BPS, 2024) menyebutkan bahwa proporsi penduduk lansia di Indonesia mencapai 12 persen dari total populasi 268 juta jiwa (Badan Pusat Statistik-BPS).  


Hal ini berarti Indonesia telah memasuki era penduduk menua (aging population) karena jumlah penduduk lansia melebihi angka 10 persen. 

Fenomena aging population ini dapat dimanfaatkan sebagai bonus demografi, artinya lansia dipandang sebagai kontributor pembangunan apabila lansia memiliki produktivitas bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat. 

Baca juga: Kronologi Lansia di Thailand Tetiba Hidup Lagi Sesaat Sebelum Dikremasi

Rekomendasi Untuk Anda

Namun faktanya, berdasarkan data BPS 2024, sekitar dua dari lima (42,81 persen) lansia mengalami keluhan kesehatan selama sebulan terakhir dengan angka morbiditas  20,71 persen. 

Maka, tugas besar untuk mewujudkan lansia yang sehat, aktif dan produktif  tidak dapat hanya dilakukan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN), namun oleh berbagai pihak. Dilakukan  dalam bentuk pentahelix dengan integrasi dan sumbangsih secara konkret melalui program SIDAYA.

Menteri Wihaji menegaskan bahwa negara harus hadir di tengah keluarga sebagai bentuk kepedulian. 

"Bapak Presiden sudah menyampaikan jangan banyak seminar, tapi cek langsung ke lapangan untuk mengetahui kondisi mereka," jelas Menteri Wihaji pada acara yang dihadiri Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA., M.Ek; anggota Komisi VI DPR-RI, Ahmad Labib, SHI, MH;  Forkompinda Kabupaten Lamongan.

Menurut Menteri Wihaji, kehadiran pemerintah dalam program  SIDAYA ditandai dengan telah dibentuknya  sekolah lansia di BKL oleh Kemendukbangga/BKKBN,  lansia entrepreneur dan Kartu Lansia. "Sekolah lansia merupakan bagian dari jawaban untuk memberikan ruang mereka berkegiatan, karena sebagian dari lansia hidup dalam kesepian," terang menteri kepada pers usai peluncuran.  

Adapun menu SIDAYA terdiri atas Pemeriksaan Kesehatan: mendeteksi dini penyakit yang tidak menunjukan gejala, mengindentifikasi lansia aktif dan lansia yang membutuhkan PJP;  pelatihan dan pendampingan PJP berbasis keluarga, penyediaan akses untuk lansia yang membutuhkan pendampingan PJP di dalam  (Bina Keluarga Lansia (BKL); Sekolah Lansia di BKL: penyediaan akses untuk lansia yang tergabung di dalam Sekolah Lansia sebagai wadah long life education; Lansia Entrepreneur: peningkatan kapasitas pelatihan ekonomi produktif yang bertujuan menjadikan lansia aktif dan produktif dibidang usaha; Kartu SIDAYA: identitas lansia yang bertujuan memberikan akses pelayanan kepada lansia dalam memperoleh hak-hak lansia.

Peluncuran SIDAYA juga ditandai dengan penyerahan  bantuan secara simbolis dua kursi roda dan  dua unit tongkat kaki dari Kitabisa,  dan BKL Kit dari Kemendukbangga/BKKBN.*

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas