Air Bersih Sulit Didapat Korban Bencana Sumatera, Ahli Ingatkan Ancaman Kesehatan
Penyintas bencana yang kesulitan mendapatkan air bersih berbahaya. Ketahanan tiuuh sangat pendek tanpa akses air minum layak,
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Anita K Wardhani
Perubahan suhu malam–siang di tenda pengungsian, paparan angin lembap, serta kondisi sanitasi buruk membuat penyintas lebih cepat jatuh sakit.
Tanpa Air Bersih, Kematian Bisa Meningkat Tajam
Dalam pengalaman penanganan banjir besar, angka kematian dapat melonjak dalam 3–7 hari pertama ketika air bersih, makanan, dan layanan kesehatan tidak tersedia.
Dicky mengingatkan bahwa asumsi korban bisa bertahan lama tanpa bantuan adalah kesalahan fatal.
Situasi Aceh, Sumut, Sumbar saat ini, dengan infrastruktur rusak dan distribusi logistik yang terhambat, menurutnya harus menjadi alarm keras bagi pemerintah dan tim respons cepat.
Dicky menekankan bahwa air bersih harus menjadi prioritas tertinggi.
Ia mendorong pemerintah pusat dan daerah membuka jalur darurat distribusi air minum, memberikan kontainer air bersih, serta memastikan tandon di titik pengungsian selalu terisi.
Ia menilai bahwa keterlambatan menyediakan air bersih pada bencana seperti banjir Aceh,Sumut, Sumbar dapat berujung pada kematian yang sebenarnya bisa dicegah sejak awal.