6 Tips Agar Stres Tak Kendalikan Pola Makan, Mulai Dari Perubahan Kecil
Stres dan makan memiliki keterkaitan dan bisa berubah menjadi jebakan yang merugikan kesehatan. Ini Tips untuk mengendalikannya.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Adi Suhendi
Ringkasan Berita:
- Hubungan stres dan makanan ibarat dua sisi mata uang yang saling memengaruhi.
- Memperbaiki hubungan stres dan makanan tidak harus dilakukan secara ekstrem
- Stres tidak hanya berasal dari masalah, tetapi dari cara seseorang memandang dan menyikapi masalah tersebut
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Stres dan makan memiliki keterkaitan dan bisa berubah menjadi jebakan yang merugikan kesehatan jika tidak disadari sejak awal.
Health management specialist Corporate HR Kompas Gramedia, dr Santi mengatakan hubungan stres dan makanan ibarat dua sisi mata uang yang saling memengaruhi.
“Karena stres dan makanan itu hubungan yang timbal balik. Stres bisa menyebabkan makanan, pilihan makanan buruk. Pilihan makanan yang buruk bisa menyebabkan stres. Maka itu kalau enggak dibereskan akan seperti lingkaran setan. Terus saja nggak berhenti-berhenti,” ucap dr Santi dalam kanal YouTube Sonora FM, Jumat (26/12/2025).
Saat stres, tubuh mencari kenyamanan instan.
Sayangnya, yang sering dipilih justru makanan tinggi gula, lemak, dan garam.
Baca juga: Dampak Banjir Sumatera: Stres, ISPA, Diare hingga Leptospirosis Mengintai Penyintas
Efeknya memang terasa cepat, lebih “lega”, tetapi hanya sementara.
Setelah itu, tubuh menjadi lebih lelah, pikiran makin tidak fokus, emosi lebih sensitif, hingga akhirnya stres justru bertambah.
Tanpa disadari, banyak orang terjebak dalam pola berulang yang terus merusak kesehatan fisik dan mental.
Berani Memutus Pola
Lebih lanjut dr Santi menegaskan, memperbaiki hubungan stres dan makanan tidak harus dilakukan secara ekstrem.
Justru perubahan kecil lebih realistis dan bertahan lama.
“Jadi cut di salah satu. Mau di cut dari kedua belah pihak, jauh lebih baik. Kalau enggak sanggup, cut dulu dari salah satu pihak,” ujarnya.
Baca juga: Stres Menumpuk Bisa Rusak Tubuh dan Pikiran, Waspadai Tandanya
Seseorang bisa mulai dari memilih makanan yang lebih sehat agar stres perlahan menurun.
Atau sebaliknya, mengelola stres terlebih dahulu sehingga pilihan makanan ikut membaik.
Idealnya memang dua-duanya, tetapi tidak harus dipaksakan.
Banyak orang gagal memperbaiki pola makan karena target yang terlalu tinggi.
Baca tanpa iklan