Anak Liburan Tak Boleh Asal Jalan, Dokter Ingatkan Travel Kit Wajib agar Anak Tetap Sehat
Salah satu kunci menjaga kesehatan anak selama liburan adalah kesiapan orang tua membawa travel kit kesehatan yang tepat.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Ringkasan Berita:
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Liburan bersama anak seharusnya menjadi momen menyenangkan, bukan berubah menjadi pengalaman penuh kepanikan karena anak jatuh sakit di perjalanan.
Salah satu kunci menjaga kesehatan anak selama liburan adalah kesiapan orang tua membawa travel kit kesehatan yang tepat.
Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A, Subsp Respi(K), menyebut banyak orang tua masih menyepelekan persiapan kesehatan anak saat bepergian, padahal kondisi di perjalanan sering kali tidak ideal.
“Anak liburan, apa sih kalau mau pergi, travel kit-nya gitu ya, kiat-kiatnya supaya membawa anak liburan itu aman, kemudian kalau ada penyakit-penyakit yang sering terjadi, itu bisa diantisipasi,” ujar dr. Nastiti pada media briefing virtual, Senin (29/12/2025).
Ia mengingatkan, tidak semua lokasi wisata mudah dijangkau fasilitas kesehatan atau apotek. Situasi darurat justru sering terjadi saat orang tua tidak siap.
“Tidak selalu mungkin mudah untuk menemukan toko obat atau farmasi kalau misalnya memang area-nya jarang toko obatnya,” jelasnya.
Macet, Perjalanan Panjang, Anak Sakit: Travel Kit Jadi Penyelamat
Nastiti mencontohkan kondisi yang kerap dialami keluarga saat liburan, seperti terjebak macet di jalan tol berjam-jam.
Tanpa persiapan, anak yang tiba-tiba demam bisa membuat orang tua panik.
Baca juga: Anak Sering Sakit Perut saat Liburan? Ini Tips Sederhana agar Pencernaan Tetap Nyaman
Karena itu, ada beberapa perlengkapan kesehatan yang wajib dibawa. Termometer menjadi alat penting untuk memantau kondisi anak.
Obat penurun panas seperti parasetamol juga harus tersedia sebagai pertolongan pertama saat anak demam.
Selain itu, perlengkapan luka ringan seperti plester perlu disiapkan untuk mengantisipasi anak tergores atau terjatuh saat bermain. Salep luka juga dianjurkan, terutama jika liburan dilakukan di alam terbuka.
Masker, Sanitasi, dan Perlindungan Kulit Anak
Nastiti menekankan pentingnya masker, khususnya untuk anak usia di atas dua tahun.
Masker tidak harus digunakan terus-menerus, tetapi sangat dianjurkan di tempat ramai seperti bandara, pesawat, atau lokasi wisata padat pengunjung.
Baca tanpa iklan