Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Pakar Ingatkan Risiko Kesehatan Awal 2026, Mobilitas Tinggi, Influenza hingga DBD Mengintai

Dicky Budiman, menegaskan bahwa ketahanan kesehatan di 2026 tidak ditentukan oleh kecanggihan teknologi semata.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Pakar Ingatkan Risiko Kesehatan Awal 2026, Mobilitas Tinggi, Influenza hingga DBD Mengintai
Dokumentasi pribadi
RISIKO KESEHATAN - Dokter, epidemiolog sekaligus pakar kesehatan global, Dicky Budiman, menegaskan bahwa ketahanan kesehatan di 2026 tidak ditentukan oleh kecanggihan teknologi semata. 

Ringkasan Berita:
  • Memasuki tahun 2026, ancaman kesehatan meningkat sejak awal tahun karena mobilitas tinggi, perjalanan padat, dan kelelahan fisik.
  • Dicky Budiman, dokter dan epidemiolog, menekankan bahwa ketahanan kesehatan tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi.
  • Faktor utama adalah kemampuan membaca risiko lebih dini dan merespons secara tepat.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Memasuki tahun 2026, ancaman kesehatan tidak datang tiba-tiba. 

Risiko justru meningkat sejak hari-hari awal tahun, seiring tingginya mobilitas masyarakat, kepadatan perjalanan, dan kelelahan fisik yang kerap dianggap sepele.

Dokter, epidemiolog sekaligus pakar kesehatan global, Dicky Budiman, menegaskan bahwa ketahanan kesehatan di 2026 tidak ditentukan oleh kecanggihan teknologi semata.

Melainkan kemampuan membaca risiko lebih dini dan merespons secara tepat.

“Jadi pesan strategis menyongsong 2026, sekali lagi kesehatan di 2026 tidak akan ditentukan oleh kecanggihan teknologi semata. Tapi oleh kemampuan kita dalam membaca risiko lebih awal, bertindak lintas sektor, dan menjaga kepercayaan publik,"kata Dicky pada keterangannya, Selasa (30/12/2025). 

Rekomendasi Untuk Anda

Awal tahun, menurut Dicky, menjadi fase rawan karena lonjakan perjalanan jarak jauh, kepadatan transportasi umum, serta pola istirahat yang terganggu. 

Kondisi tersebut memicu kelelahan, menurunkan imunitas tubuh, dan meningkatkan risiko kecelakaan maupun penularan penyakit.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan perjalanan saat kondisi tubuh tidak prima. 

Kebutuhan dasar seperti istirahat cukup, asupan cairan, serta manajemen stres selama perjalanan menjadi kunci menjaga kesehatan di masa padat mobilitas.

Penggunaan masker juga kembali relevan, terutama saat menggunakan transportasi umum di kondisi padat atau ruang tertutup. 

Pasalnya, awal tahun identik dengan meningkatnya infeksi saluran pernapasan, termasuk influenza dan Covid-19 subvarian musiman.

Kelompok berisiko tinggi seperti lansia dan individu dengan gangguan imunitas perlu mendapat perhatian ekstra. 

Pada kelompok ini, infeksi influenza maupun Covid-19 berpotensi berkembang menjadi pneumonia dan berujung fatal.

Dicky menyebut, tren peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan sudah mulai terdeteksi dalam beberapa waktu terakhir. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas