Super Flu Subclade K Mayoritas Dialami Anak-anak, Ini Imbauan Ketua IDAI
Kemenkes RI mengungkapkan sebaran kasus influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia.Mayoritas anak-anak dan perempuan.
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
Anita K Wardhani
Ringkasan Berita:
- Kemenkes RI mengungkapkan sebaran kasus influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia.
- Mayoritas pasien adalah perempuan dan kelompok usia 1–10 tahun menempati angka tertinggi.
- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan orang tua tentang pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso mengingatkan orang tua tentang pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan imunisasi untuk anak sebagai upaya mencegah virus influenza A (H3) subclade K atau superflu.
Baca juga: Ramai soal Super Flu Subclade K, Kemenkes Jelaskan Situasi Global, Asia dan Indonesia
Ia mengatakan, sama seperti menghadapi penyakit menular lain seperti Covid-19, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah menerapkan PHBS.
PHBS bisa dilakukan dengan kebiasaan mencuci tangan dengan benar, menggunakan masker saat sakit, menghindari kerumunan ketika mengalami gejala, serta menjaga kebersihan lingkungan terutama di musim hujan seperti ini.
Baca juga: Apa Itu Super Flu Subclade K? Awal Terdeteksi di Jawa Tengah, Kenali Gejala dan Cara Pencegahan
“Pada prinsipnya, setiap penyakit menular, hal pertama yang harus dikerjakan adalah PHBS. Perilaku hidup bersih dan sehat. Semua punya pengalaman menghadapi pandemi Covid-19,” kata Piprim saat temu media, baru-baru ini.
Adapun dampak influenza tipe ini bisa menjadi berat jika dialami oleh anak yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.
Seperti asma, penyakit paru kronis, penyakit jantung bawaan, hingga penyakit akibat gaya hidup seperti obesitas, diabetes, hipertensi, dan sindrom metabolik.
Hal yang tidak kalah penting adalah imunisasi influenza pada anak-anak.
Ia menerangkan, imunisasi influenza direkomendasikan untuk anak usia 6 bulan ke atas.
Upaya lain yang bisa dilakukan orang tua adalah memberikan nutrisi yang adekuat, pencegahan dan pengendalian komorbiditas pada anak serta edukasi keluarga untuk mengenali gejala sejak dini
“Selain PHBS dan imunisasi, menjaga status gizi dan mencegah komorbid pada anak-anak adalah kunci untuk mengurangi beratnya gejala bila terinfeksi influenza,” pesan Ketua IDAI ini.
Mayoritas Kasus Superflu Subclade K di Indonesia Dialami Anak-anak
Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) mengungkapkan sebaran kasus influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia.
Kasus pertama terdeteksi pada Agustus 2025, dan hingga Desember tercatat 62 kasus yang tersebar di 8 provinsi, terbanyak di Jawa Timur (23 kasus), diikuti Kalimantan Selatan (18 kasus) dan Jawa Barat (10 kasus).
Mayoritas pasien adalah perempuan (64,5 persen), dan kelompok usia 1–10 tahun menempati angka tertinggi dengan 35,5 persen kasus.