Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Musim Super Flu, Perlu atau Tidak Vitamin Tambahan untuk Anak?

Banyak orang tua menjadikan vitamin tambahan sebagai salah satu upaya untuk melindungi anak dari infeksi saat super flu merebak.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Musim Super Flu, Perlu atau Tidak Vitamin Tambahan untuk Anak?
Freepik.com
Ilustrasi Vitamin. Banyak orang tua menjadikan vitamin tambahan sebagai salah satu upaya untuk melindungi anak dari infeksi. 
Ringkasan Berita:Saat super flu merebak, banyak orang tua menjadikan vitamin tambahan sebagai upaya perlindungan anak.
Perlukah vitamin tambahan?
Kebutuhan vitamin pada setiap anak tidak bisa disamaratakan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA –  Di tengah merebaknya isu influenza A (H3N2) subclade K yang dikenal masyarakat sebagai super flu, banyak orang tua menjadikan vitamin tambahan sebagai salah satu upaya untuk melindungi anak dari infeksi.

Baca juga: Super Flu Akankah Jadi Pandemi Baru? Begini Kata Epidemiolog

Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof Cissy Rahyana Sujana Prawirakarta Sasmita mengingatkan bahwa vitamin berperan sebagai pelengkap bukan  fondasi utama.

Kebutuhan vitamin pada setiap anak tidak bisa disamaratakan atau perlu dilihat individual, terutama jika asupan sehari-hari anak sudah sangat baik.

Baca juga: Seperti COVID-19, Super Flu Berbahaya Bagi Lansia dan Anak di Bawah 2 Tahun

“Kalau makannya sudah baik, sayur, buah, karbohidrat, protein, lemak semua seimbang. Ya mungkin tidak perlu,” kata dia dalam talk show on Focus, Tribunnews.com.

Namun dalam praktiknya, ada saja anak yang tidak memiliki pola makan ideal, misalnya anak susah makan atau menolak jenis makanan tertentu sehingga membuat asupan gizinya tidak optimal, maka vitamin tambahan boleh diberikan.

SUPER FLU - Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof. dr. Cissy Rachiana Sudjana Prawira-Kartasasmita, Sp.A. (K) menyatakan anak-anak lebih rentan terserang penyakit karena daya tahan tubuh anak belum sempurna.
SUPER FLU - Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof. dr. Cissy Rachiana Sudjana Prawira-Kartasasmita, Sp.A. (K) menyatakan anak-anak lebih rentan terserang penyakit karena daya tahan tubuh anak belum sempurna. (Tribunnews.com/Dok Tribunnews)

“Namun kalau dianggap anak susah makan, itu boleh ditambah vitamin tambahan yang berguna,” tambah Prof Cissy.

Ia mengingatkan, pemberian vitamin tambahan bukanlah sebuah keharusan tetapi pelengkap.

Rekomendasi Untuk Anda

Beberapa vitamin yang bisa diberikan untuk daya tahan tubuh anak adalah vitamin C dan D.

“Multivitamin itu tidak utama. Utamanya adalah makanan bergizi yang seimbang itu yang penting. Jadi tidak perlu tiba-tiba diberikan vitamin yang lain. Tapi yang penting adalah minum yang cukup banyak, istirahat yang cukup untuk menjaga kesehatan anak di musim hujan yang rentan flu ini,” pesan Prof Cissy.

Dari laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), kasus super flu banyak dialami oleh anak-anak.

Prof Cissy menerangkan, kondisi ini dikarenakan imun anak-anak belum terbentuk optimal sehingga mudah terserang virus dan bakteri.

"Karena memang faktor imunitas tentunya ya. Anak-anak itu memang harus dijaga betul-betul dari penyakit infeksi itu," jelas dia.

Adapun gejala super flu ini bisa berupa demam di atas 38 derajat Celcius, nyeri otot dan badan, pilek, batuk, hidung tersumbat, serta lemas. 

Pada anak-anak, bisa disertai muntah dan diare.

“Super flu tetap bisa menjadi berat. Kalau daya tahan anaknya itu tidak baik kemudian terlambat untuk memberikan pengobatannya. Kemudian juga ada penyakit penyertanya," tutur dia.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas