Ada SPPG yang Berhenti Operasional di Hari Pertama MBG 2026, Begini Respons Kepala BGN
Kepala BGN Dadan Hindaya buka suara soal tentang ada SPPG yang berhenti operasional di hari pertama MBG.
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
Anita K Wardhani
Ringkasan Berita:
- Ada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) belum atau bahkan tiba-tiba berhenti beroperasi pada hari pertama pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026.
- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindaya buka suara.
- Pihaknya memastikan pendanaan operasional dapur MBG sudah ditransfer ke rekening masing-masing SPPG.
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA -- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindaya buka suara soal adanya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum atau bahkan tiba-tiba berhenti beroperasi pada hari pertama pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026.
Ia tidak mengetahui rinci mengapa ada SPPG yang belum beroperasi hari ini Kamis (8/1/2026).
Baca juga: Polemik Dapur SPPG di Sragen Dekat Kandang Babi, Pemilik Klaim Usaha Sudah Berdiri 50 Tahun
Namun, pihaknya memastikan pendanaan operasional dapur MBG sudah ditransfer ke rekening masing-masing SPPG.
"Saya tidak tahu kalau itu kenapa, yang jelas hari ini kami sudah sampaikan agar SPPG yang sudah operasional bisa memulai," kata dia ditemui di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara.
Ia menjelaskan, BGN telah menyalurkan dana operasional kepada SPPG.
Dana tersebut dikirim sejak malam sebelumnya dengan batas waktu paling lambat telah masuk ke rekening masing-masing SPPG pada hari ini.
Baca juga: Prabowo Sentil Pengkritik MBG: Kita Pelajari 99,99 Persen Berhasil
"Uang untuk operasionalnya sudah kami kirim 12 hari ke depan. Jadi setiap SPPG masuk uang rata-rata 500 juta untuk operasional selama 12 hari," jelas dia.
Dana itu masuk ke virtual account masing-masing SPPG.
Ke depan, pihaknya ingin pendanaan dapur MBG tidak lagi menggunakan sistem reimburse yang berpotensi menghambat program MBG ke depan.
"Dan itu uang dari BGN yang sudah masuk ke dalam virtual account. Jadi tidak ada lagi mekanisme reimburse," jelas Prof Dadan.
Kepala BGN ini menyebut, akan mengecek detail alasan SPPG yang belum beroperasi tersebut.
"Apakah ada kesulitan di dalam hal teknis dan lain-lain, detailnya kami cek," tegasnya.
Sementara itu, berdasarkan pengumuman yang diterima Tribunnews.com melalui aplikasi WhatsApp, operasional SPPG di Kota Tangerang Selatan yang semula dijadwalkan mulai Kamis (8/1/2026) terpaksa ditunda.
Baca tanpa iklan