Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Bukan Super Flu, Menkes Lebih Khawatir Penyakit Ini Menyebar di Pengungsian Korban Bencana

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengkhawatirkan penularan penyakit di pengungsian di daerah bencana. Bukan super flu, melainkan penularan campak.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Bukan Super Flu, Menkes Lebih Khawatir Penyakit Ini Menyebar di Pengungsian Korban Bencana
Tribunnews.com/Rina Ayu Panca Rini
KONDISI PENGUNGSI - Menteri Kesehatan (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin menyatakan, kondisi kesehatan di pengungsian korban terdampak bencana di tiga provinsi yaitu Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat menjadi perhatian serius pemerintah, khususnya ancaman penyakit menular. Bukan influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal awam super flu, mantan dirut Bank Mandiri ini lebih mengkhawatirkan penyebaran penyakit campak. Hal ini disampaikan Budi saat update penanganan bencana di Grha BNPB, Jakarta, Rabu (7/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Menkes Budi Gunadi Sadikin ungkap kondisi kesehatan di pengungsian korban terdampak bencana Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
  • Yang jadi fokus perhatian serius pemerintah, khususnya ancaman penyakit menular.
  • Bukan  super flu, mantan dirut Bank Mandiri ini lebih mengkhawatirkan penyebaran penyakit campak.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Kesehatan (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin menyatakan, kondisi kesehatan di pengungsian korban terdampak bencana di tiga provinsi yaitu Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat menjadi perhatian serius pemerintah, khususnya ancaman penyakit menular.

Bukan influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal awam super flu, mantan dirut Bank Mandiri ini lebih mengkhawatirkan penyebaran penyakit campak.

Baca juga: Menkes soal Super Flu: Hati-hati tapi Jangan Panik, Flu Biasa Tak seperti Covid-19

Campak merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus campak (morbili virus).

Penyakit ini sangat menular dan biasanya menyerang anak-anak, walaupun orang dewasa yang tidak pernah divaksin atau belum pernah mengalami campak juga berisiko terkena.

“Kami  takutkan itu campak. Karena itu penularannya cepat sekali dan itu bisa mematikan kalau di anak-anak, kalau terlambat di tangani,” dia saat update penanganan bencana di Grha BNPB, Jakarta, Rabu (7/1).

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam penanganan kasus, Kementerian Kesehatan mengatur tata laksana medis bagi suspek penyakit menular, seperti campak dan pertusis.

Suspek campak perlu diisolasi, diberikan vitamin A, serta pengobatan suportif, sementara suspek pertusis harus mendapatkan antibiotik dan dirujuk apabila kondisi memburuk.

Untuk mencegah meluasnya penularan, Kemenkes menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan pelayanan imunisasi rutin dan imunisasi kejar meskipun dalam kondisi darurat.

Selain campak, penyakit yang banyak diderita masyarakat di lokasi bencana adalah ISPA (infeksi saluran pernafasan atas), kulit dan diare.

Super Flu Sama Seperti Flu Biasa, Bisa Sembuh Sendiri

Budi menjelaskan, influenza A (H3N2) subclade K atau super flu sama seperti flu musiman biasa yang bisa sembuh sendiri.

Influenza tipe A merupakan virus yang sudah lama ada namun kini bermutasi dengan subclade K.

“Nama populernya influenza A. Ini sudah lama ada, sudah puluhan tahun ada, tapi kini keluar varian barunya. Saya lihat laporan terakhir dan itu tidak parah,” tutur dia.,

“Artinya bisa dengan pengobatan biasa tetap sembuhnya,” lanjut Menkes.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas