Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

IDAI dan BPOM Tegaskan Belum Ada Laporan Keracunan Susu Formula Nestle di Indonesia

Penarikan susu formula Nestle di luar negeri karena diduga terkontaminasi munculkan pertanyaan, amankah di Indonesia? IDAI dan BPOM menjawab.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in IDAI dan BPOM Tegaskan Belum Ada Laporan Keracunan Susu Formula Nestle di Indonesia
freepik.com
Ilustrasi susu. Penarikan susu formula Nestle di luar negeri karena diduga terkontaminasi munculkan pertanyaan, amankah di Indonesia? IDAI dan BPOM menjawab. 

Ringkasan Berita:
  • Isu penarikan susu formula (sufor) Nestle di luar negeri karena adanya dugaan kontaminasi cukup membuat panik. Amankah susu yang beredar di Indonesia? Ini kerap jadi pertanyaan.
  • Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) menyebut belum ada laporan keracunan karena sufor Nestle di Indonesia.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Isu penarikan susu formula Nestle di luar negeri karena adanya dugaan kontaminasi, turut jadi perhatian Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Baca juga: Fakta Toksin Cereulide Saat Masuk Tubuh, Racun Tahan Panas yang Cemari Susu Formula Nestle

Berdasarkan informasi Nestle menarik sejumlah produk susu formula di banyak negara karena cemaran toksin cereulide yang bisa menimbulkan gejala keracunan.

Ketua IDAI dr. Piprim Basarah Yanuarso mengatakan, sampai saat ini belum menerima laporan adanya keracunan akibat konsumsi susu formula tersebut.

Namun, pihaknya akan terus memantau perkembangan kabar tersebut.

Baca juga: Penjelasan Lengkap BPOM RI soal Susu Formula Nestle: Tidak Terdeteksi Toksin Cereulide

“Sejauh ini di Indonesia belum ada laporan serupa seperti di luar negeri China mungkin beda negara berbeda kasus,” kata dia di Jakarta, baru-baru ini.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia meminta, masyarakat tidak perlu panik berlebihan dengan menelan utuh informasi tanpa klarifikasi yang tepat.

Pasalnya di setiap negara memiliki rantai pasok, distribusi, serta regulasi yang berbeda- beda.

“Kami IDAI tetap waspada tapi jangan menimbulkan kepanikan. Kasus di luar negeri mungkin berbeda dengan Indonesia,” kata dia.

Diwawancara terpisah, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) Taruna Ikrar mengatakan,  pihaknya juga belum menerima laporan terkait keracunan dari konsumsi susu formula tersebut.

Adapun gejala keracunan toksin cereulide berupa muntah dan mual, diare hingga terlihat kurang sadar.

“Sampai sekarang belum ada laporan (kasus), tetapi kalau ada kejadian, kita imbau kepada masyarakat untuk melapor ke Badan POM. Karena itu menjadi tanggung jawab kami,” tegas dia di kantor BPOM, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2025).

Susu Formula Nestle Bets Tertentu Ditarik dari Pasaran

Demi prinsip kehati-hatian, BPOM meminta, masyarakat untuk menghentikan penggunaan dan mengembalikan produk susu formula bayi S-26 Promil Gold pHPro 1 produksi Nestlé, nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1.

Penarikan ini karena ada notifikasi keamanan terkait potensi cemaran toksin cereulide pada bahan baku tertentu, meski hasil uji di Indonesia menunjukkan toksin tidak terdeteksi.

Ilustrasi susu formula - Pemerintah menerbitkan aturan tentang penyelenggaraan upaya kesehatan, salah satunya memuat penjualan susu formula, termasuk iklan dan promosinya
Ilustrasi susu formula - Pemerintah menerbitkan aturan tentang penyelenggaraan upaya kesehatan, salah satunya memuat penjualan susu formula, termasuk iklan dan promosinya (Istimewa)

Penarikan ini untuk melindungi konsumen utamanya bayi sebagai kelompok rentan

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas