Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Susu Formula Bayi Nestle Ditarik di 49 Negara, Ini Penjelasan Pakar Kesehatan

Pada dosis tertentu, toksin ini dapat memicu muntah hebat, gangguan metabolik, hingga risiko gagal hati akut, terutama pada bayi serta anak-anak kecil

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: willy Widianto
zoom-in Susu Formula Bayi Nestle Ditarik di 49 Negara, Ini Penjelasan Pakar Kesehatan
NATIONAL INSTITUTE OF KOREAN LANGUAGE
SUSU FORMULA BERMASALAH - Ilustrasi susu formula. Nestle melakukan penarikan (recall) terhadap sejumlah produk susu formula bayi yang beredar di 49 negara setelah ditemukan potensi kontaminasi toksin berbahaya bernama cereulide 

Kesalahan pada produk bayi juga dapat memicu dampak sosial yang serius, mulai dari menurunnya kepercayaan publik hingga ancaman terhadap kualitas kesehatan generasi mendatang.

Karena itu, pengawasan tidak cukup hanya pada produk akhir, tetapi harus mencakup standar bahan baku ultra ketat, pengujian toksin non-mikroba, serta audit pemasok global dengan pendekatan zero tolerance untuk toksin tertentu.

Dalam konteks ini, Dicky menilai peran pemerintah sangat krusial, bukan hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai risk manager dan risk communicator. Sistem penelusuran (traceability) dari hulu ke hilir perlu diperkuat dan terintegrasi dengan sistem peringatan dini internasional.

Selain itu, Indonesia perlu memiliki mekanisme pelaporan efek kesehatan pascakonsumsi yang melibatkan fasilitas layanan kesehatan dan organisasi profesi untuk mendeteksi sinyal dini.

Baca juga: IDAI: ASI Lebih Aman Diberikan pada Bayi di Masa Bencana, Ini Risiko Jika Gunakan Susu Formula

Komunikasi risiko kepada publik, menurut Dicky, harus dilakukan secara transparan, berbasis sains, dan proporsional agar tidak menimbulkan kepanikan.

Ia menegaskan bahwa langkah recall tidak serta-merta berarti sudah ada korban, melainkan merupakan perlindungan dini bagi masyarakat, khususnya bayi sebagai kelompok paling rentan.

Rekomendasi Untuk Anda
Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas