Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Wamankes: Baru 36 RS di Indonesia Bisa Operasi Jantung Terbuka, Terbaru di Klaten

Wamenkes menyatakan baru 36 rumah sakit di Indonesia yang dapat melayani operasi jantung terbuka

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Wamankes: Baru 36 RS di Indonesia Bisa Operasi Jantung Terbuka, Terbaru di Klaten
Istimewa/Kemenkes RI
PERESMIAN RUMAH SAKIT -  Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono meresemikan rumah sakit ke-36 di Indonesia yang dapat melayani operasi jantung terbuka di Rumah Sakit Soeradji Tirtonegoro (RSST) Klaten, Jawa Tengah pada Senin (19/1). 
Ringkasan Berita:
  • Wamenkes menyebut Indonesia baru memiliki 36 rumah sakit yang melayani operasi jantung terbuka.
  • RS Soeradji Klaten resmi menjadi bagian dari upaya pemerataan layanan jantung nasional.
  • Layanan ini dinilai memperluas akses kesehatan dan mendukung potensi wisata medis daerah.

 

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Di tengah tingginya beban penyakit jantung yang pembiayaannya mencapai Rp19,7 triliun, Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono menyatakan baru 36 rumah sakit di Indonesia yang dapat melayani operasi jantung terbuka.

Paling terbaru diresmikan di Rumah Sakit Soeradji Tirtonegoro (RSST) Klaten, Jawa Tengah.

Layanan bedah jantung terbuka diperuntukkan untuk kasus kelainan jantung bawaan pada anak maupun penyakit jantung dewasa.

“Tahun 2012, hanya ada 10 rumah sakit yang bisa melakukan bedah jantung terbuka di Indonesia. Sekarang ada 35 rumah sakit di sekitar 30 provinsi, dan RS Soeradji resmi menjadi yang ke-36,” ujar Prof. Dante ditulis di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Ia menekankan pentingnya konsistensi mutu dan empati dalam pelaksanaan layanan bedah jantung terbuka sebagai bagian dari marwah pelayanan rumah sakit.

Direktur Utama RS Soeradji Tirtonegoro, Sholahuddin Rhatomy, menyatakan, layanan ini merupakan bagian dari inisiatif Kementerian Kesehatan RI dalam pemerataan layanan jantung nasional, dengan RS dr. Kariadi Semarang sebagai rumah sakit pengampu regional yang mengawal kesiapan RSST.

Rekomendasi Untuk Anda

Direktur Utama RS dr. Kariadi Semarang, Agus Akhmadi, menegaskan, penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, sehingga penguatan jejaring layanan jantung menjadi prioritas nasional.

“Program jejaring layanan jantung yang diinisiasikan oleh kementerian kesehatan memastikan layanan yang komprehensif tidak hanya berpusat di rumah sakit besar, tetapi juga dapat diakses oleh masyarakat di berbagai wilayah, termasuk di Klaten,” kata Agus.

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menyambut baik kehadiran layanan ini dan menilai RSST berpotensi mendukung pengembangan wisata medis di Kabupaten Klaten.

“Dengan layanan kesehatan yang semakin lengkap dan akses yang mudah, masyarakat tidak perlu lagi berobat jauh-jauh ke Jakarta atau Surabaya,” ujar Hamenang

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas