Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Pisang vs Ubi Jalar Jadi Sarapan Kekinian yang Hit, Mana Lebih Aman buat Gula Darah dan Diet? 

Pisang dan ubi jalar sama-sama jadi primadona menu sehat dan jadi menu pavorit kekinian yang populer. Mana yang lebih sehat?

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Pisang vs Ubi Jalar Jadi Sarapan Kekinian yang Hit, Mana Lebih Aman buat Gula Darah dan Diet? 
heathlyforlife.com
MENU SEHAT - Pisang dan ubi jalar sama-sama jadi primadona menu sehat dan jadi menu pavorit kekinian yang populer. Mana yang lebih sehat? 

“Ubi jalar merupakan sumber karbohidrat kompleks yang baik, yang membutuhkan waktu lama untuk dicerna. Ini membantu mencegah lonjakan gula darah,” imbuhnya. 

Meski begitu, baik pisang maupun ubi jalar tetap termasuk makanan berindeks glikemik rendah, terutama jika pisang tidak terlalu matang dan ubi jalar dikonsumsi dengan cara yang tepat.


Nutrisi Tambahan yang Sering Tak Disadari

Pisang selama ini dikenal sebagai sumber kalium, tetapi data nutrisi menunjukkan ubi jalar justru mengandung kalium lebih tinggi. 

Satu ubi jalar panggang ukuran sedang menyediakan 542 miligram kalium, sedangkan pisang hanya sekitar 422 miligram.

Tak hanya itu, ubi jalar juga unggul dalam kandungan vitamin A dan vitamin C. 

Warna oranye pada ubi jalar berasal dari beta-karoten yang diubah tubuh menjadi vitamin A, penting untuk kesehatan mata dan daya tahan tubuh.

Di sisi lain, pisang lebih unggul dalam kandungan folat, vitamin B yang berperan penting dalam pembentukan DNA dan sel tubuh.

Mana yang Sebaiknya Dipilih?

Rekomendasi Untuk Anda

Kesimpulan dari ulasan ini tidak menyebut pisang sebagai pilihan buruk. 

Keduanya tetap bernilai gizi tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan usus, jantung, serta pemulihan setelah olahraga.

Namun, bagi mereka yang fokus pada pengelolaan berat badan dan kestabilan gula darah, ubi jalar memiliki keunggulan kecil namun signifikan berkat kandungan serat, protein, dan karbohidrat kompleksnya.

Pilihan akhirnya tetap kembali pada tujuan kesehatan masing-masing, dan cara mengonsumsinya. 

Karena dalam pola makan sehat, yang terpenting bukan sekadar memilih satu bahan, tetapi bagaimana menyeimbangkannya dalam rutinitas sehari-hari.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas