Pisang vs Ubi Jalar Jadi Sarapan Kekinian yang Hit, Mana Lebih Aman buat Gula Darah dan Diet?
Pisang dan ubi jalar sama-sama jadi primadona menu sehat dan jadi menu pavorit kekinian yang populer. Mana yang lebih sehat?
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Anita K Wardhani
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
Ringkasan Berita:
- Seiring gaya hidup sehat, pisang dan ubi jalar sama-sama jadi menu primadona.
- Dua menu sehat ini jadi menu pavorit kekinian yang populer.
- Lantas, lebih sehat mana pisang atau ubi?
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pisang dan ubi jalar sama-sama jadi primadona menu sehat. Keduanya bahkan jadi menu pavorit kekinian yang populer.
Mudah ditemukan, harganya terjangkau, dan sering masuk daftar makanan “aman” untuk diet. Tak heran saat ini pisang dan ubi jadi menu hit.
Baca juga: Viral Menu MBG Sepotong Ubi dan Pisang, Ini Penjelasan SPPG di Bekasi
Namun ketika tujuan sudah lebih spesifik, mengelola berat badan atau menjaga gula darah tetap stabil, pilihannya tak lagi sesederhana soal selera.
Artikel kesehatan Health yang ditinjau oleh ahli diet Simone Harounian, MS, RDN, CDN, CDCES, mengulas secara rinci perbandingan nutrisi pisang dan ubi jalar, mulai dari serat, protein, hingga jenis karbohidrat yang memengaruhi respons gula darah tubuh.
Sama-sama Sehat, Ubi Jalar Lebih Mengenyangkan
Buah dan sayuran dikenal rendah kalori dan lemak, sehingga sering direkomendasikan untuk penurunan berat badan.
Namun, kandungan nutrisi di dalamnya tetap menentukan efek kenyang yang dihasilkan.
Baca juga: Hidden Farm Tawarkan Gaya Kafe Tradisional dengan Menu Sehat di Bandung
“Ubi jalar mengandung sedikit lebih banyak serat, protein, dan karbohidrat kompleks daripada pisang,” dilansir dari Health, Rabu (21/1/2026).
Dalam satu ubi jalar panggang ukuran sedang terdapat 3,8 gram serat dan 2,3 gram protein, sementara pisang ukuran sedang mengandung 3,1 gram serat dan 1,3 gram protein.
Selisihnya memang tidak besar, tetapi cukup berpengaruh pada rasa kenyang, terutama bagi mereka yang sedang mengontrol porsi makan.
Gula Darah Lebih Stabil dengan Karbohidrat Kompleks
Lonjakan gula darah sering menjadi kekhawatiran, terutama bagi penderita diabetes atau mereka yang ingin menjaga energi tetap stabil sepanjang hari.
Di sinilah perbedaan pisang dan ubi jalar menjadi lebih terasa.
Pisang mengandung karbohidrat sederhana berupa fruktosa dan glukosa dalam jumlah lebih tinggi. Sebaliknya, ubi jalar kaya akan karbohidrat kompleks yang dicerna lebih lambat oleh tubuh.
“Ubi jalar merupakan sumber karbohidrat kompleks yang baik, yang membutuhkan waktu lama untuk dicerna. Ini membantu mencegah lonjakan gula darah,” imbuhnya.
Meski begitu, baik pisang maupun ubi jalar tetap termasuk makanan berindeks glikemik rendah, terutama jika pisang tidak terlalu matang dan ubi jalar dikonsumsi dengan cara yang tepat.
Nutrisi Tambahan yang Sering Tak Disadari
Pisang selama ini dikenal sebagai sumber kalium, tetapi data nutrisi menunjukkan ubi jalar justru mengandung kalium lebih tinggi.
Satu ubi jalar panggang ukuran sedang menyediakan 542 miligram kalium, sedangkan pisang hanya sekitar 422 miligram.
Tak hanya itu, ubi jalar juga unggul dalam kandungan vitamin A dan vitamin C.
Warna oranye pada ubi jalar berasal dari beta-karoten yang diubah tubuh menjadi vitamin A, penting untuk kesehatan mata dan daya tahan tubuh.
Di sisi lain, pisang lebih unggul dalam kandungan folat, vitamin B yang berperan penting dalam pembentukan DNA dan sel tubuh.
Mana yang Sebaiknya Dipilih?
Kesimpulan dari ulasan ini tidak menyebut pisang sebagai pilihan buruk.
Keduanya tetap bernilai gizi tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan usus, jantung, serta pemulihan setelah olahraga.
Namun, bagi mereka yang fokus pada pengelolaan berat badan dan kestabilan gula darah, ubi jalar memiliki keunggulan kecil namun signifikan berkat kandungan serat, protein, dan karbohidrat kompleksnya.
Pilihan akhirnya tetap kembali pada tujuan kesehatan masing-masing, dan cara mengonsumsinya.
Karena dalam pola makan sehat, yang terpenting bukan sekadar memilih satu bahan, tetapi bagaimana menyeimbangkannya dalam rutinitas sehari-hari.
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.