Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Menelisik Tren Kasus Kanker di Indonesia, Dirut RSMR Ungkap Jenis Dominan dan Pemicunya

Selain memetakan tren, salah satu poin paling krusial yang ditegaskan adalah pelurusan mitos mengenai faktor genetika.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Bobby W
zoom-in Menelisik Tren Kasus Kanker di Indonesia, Dirut RSMR Ungkap Jenis Dominan dan Pemicunya
HO/IST
DIRUT RSMR - dr. Wahyu Indianto, M.H selaku Direktur Utama Rumah Sakit Mangesti Rahayu (RSMR) 

Ringkasan Berita:
  • Kasus kanker di Indonesia meningkat, dipengaruhi perubahan gaya hidup berisiko, meningkatnya usia harapan hidup, serta sistem kesehatan yang makin baik dalam mendeteksi kanker
  • Jenis kanker terbanyak berbeda menurut gender: pada wanita didominasi kanker serviks dan payudara, sedangkan pada pria kanker paru, nasofaring, dan kolorektal
  • RS Mangesti Rahayu mengadakan konsultasi kanker gratis pada 3–5 Februari 2026 untuk mendorong deteksi dini dan edukasi masyarakat dalam rangka Hari Kanker Sedunia.

TRIBUNNEWS.COM - Setiap tanggal 4 Februari, dunia memperingati Hari Kanker Sedunia sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran publik.

Di Indonesia, tantangan ini terasa semakin mendesak.

Hal ini diungkapkan oleh dr. Wahyu Indianto, M.H selaku Direktur Utama Rumah Sakit Mangesti Rahayu (RSMR) saat ditemui Tribunnews pada Senin (19/1/2026).

Wahyu memaparkan bahwa statistik kasus kanker di tanah air menunjukkan kecenderungan peningkatan.

Namun, beliau menekankan bahwa kenaikan angka ini perlu dibaca dengan perspektif yang lebih luas.

Menurut dr. Wahyu, ada tiga alasan fundamental mengapa angka kasus kanker di Indonesia terlihat melonjak:

Rekomendasi Untuk Anda

Pertama, adalah perubahan perilaku kehidupan.

Seiring dengan kemajuan zaman, masyarakat Indonesia mengadopsi gaya hidup yang lebih modern namun berisiko, yang berkontribusi langsung pada munculnya keganasan kanker.

Kedua, peningkatan angka harapan hidup

Secara statistik, kanker sering kali berkaitan dengan proses penuaan sel.

Semakin lama seseorang hidup, semakin besar akumulasi paparan yang dapat memicu anomali seluler.

Ketiga, sistem kesehatan yang lebih responsif.

Baca juga: Inovasi Teknologi Medis, Meminimalkan Radiasi Jaringan Sehat pada Pasien Kanker saat Terapi

Kenaikan angka ini juga merupakan kabar baik dari sisi medis karena hal ini menunjukkan pendeteksian yang lebih meluas.

"Kemampuan diagnosis serta dukungan dari sistem kesehatan yang memudahkan penemuan kasus menyebabkan kasus-kasus kanker cenderung meningkat secara statistik," jelas dr. Wahyu.

Artinya, kasus yang dulu tidak terdeteksi, kini bisa ditemukan dan dicatat lebih cepat.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas