Sering Disangka Serangan Jantung, Dokter Tegaskan GERD Tak Ganggu Kinerja Jantung
Secara medis, GERD terjadi akibat terbukanya katup di bagian bawah kerongkongan. Sensasi panas di dada inilah yang kerap disangka nyeri jantung.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Meski tidak berdampak langsung pada jantung, gejala GERD memang kerap meniru keluhan penyakit jantung
- Nyeri pada GERD bisa menyerupai nyeri serangan jantung, khususnya jika sumbatan terjadi di pembuluh darah jantung bagian bawah
- GERD dan penyakit jantung adalah dua kondisi yang berbeda, meski keluhannya bisa terasa serupa
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sensasi nyeri dada, rasa panas di ulu hati hingga jantung berdebar kerap membuat penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) diliputi kecemasan.
Tak sedikit yang mengira keluhan tersebut berkaitan langsung dengan gangguan jantung, bahkan takut berujung henti jantung.
Namun, anggapan tersebut perlu diluruskan.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Eka Hospital Cibubur, dr. Muhamad Reza Prabowo, Sp.PD, menegaskan bahwa GERD sama sekali tidak memengaruhi kinerja jantung secara langsung.
“Sama sekali enggak sebenarnya. Kenapa begitu? Karena GERD itu terjadi di saluran cerna bagian atas sedangkan jantung itu ada di luar dari saluran cerna,” jelas dr. Reza saat dihubungi Tribunnews, Selasa (27/1/2026).
Kenapa Gejala GERD Bisa Mirip Serangan Jantung?
Meski tidak berdampak langsung pada jantung, gejala GERD memang kerap meniru keluhan penyakit jantung.
Rasa nyeri di ulu hati yang menjalar ke dada bagian atas sering kali membuat pasien sulit membedakannya dengan nyeri dada akibat gangguan jantung.
Baca juga: Dokter Kardiologi Dicemooh Usai Tegaskan GERD Tak Picu Serangan Jantung, Dokter Tirta Murka
Menurut dr. Reza, nyeri pada GERD bisa menyerupai nyeri serangan jantung, khususnya jika sumbatan terjadi di pembuluh darah jantung bagian bawah.
Namun kemiripan ini tidak berarti keduanya saling memengaruhi.
“Tapi apakah GERD ini mempengaruhi kinerja jantung? Tidak, tidak, secara langsung tidak,” tegasnya.
Pada kondisi tertentu, refluks asam lambung di area dada dapat mengiritasi saraf di sekitarnya.
Iritasi inilah yang kemudian memicu respons sistem saraf otonom, sehingga pasien merasakan jantung berdebar-debar.
Meski terasa nyata, kondisi tersebut bukan gangguan jantung.
GERD Tidak Menyebabkan Henti Jantung
Kekhawatiran lain yang sering muncul adalah anggapan bahwa penyakit lambung, termasuk GERD, dapat menyebabkan henti jantung. Hal ini juga dibantah secara tegas oleh dr. Reza.
Baca tanpa iklan